Suara.com - Ketua Komunitas Advokat Muda Pendukung Ahok-Djarot (KOTAK ADJA), Muannas Alaidid mengapresasi permintaan maaf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama soal tuduhan penistaan agama melalui media sosial.
"Permintaan maaf itu belum tentu juga bersalah atau nggak. Tapi kalau beliau memutuskan seperti itu kita apresiasi persatuan itu jauh lebih dikedepankan," kata Muannas ketika dihubungi suara.com, Senin (10/10/2016).
Menurutnya, permintaan maaf tersebut belum bisa ditentukan Ahok telah melakukan penistaan agama terkait kutipaan surat Al Maidah ayat 51. Di sisi lain, dia menilai permintaan maaf tersebut, lantaran Ahok memiliki jiwa kenegarawan agar isu tersebut tak membuat gaduh jelang Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.
"Karena itu persoalan moralitas ya tapi kita lihat kalau permintaan maaf beliau menunjukkan beliau seorang negarawan. Beliau tau isu itu jadi menggangu keresahan dan stabilitas," kata dia.
Selain itu, menanggapi terkait kasus dugaan penistaan agama Ahok yang dilaporkan beberapa organisasi masyarakat ke Polda Metro Jaya telah dilimpahkan ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.
Dia pun mengaku belum mengetahui apakah laporannya terkait pembuat akun Facebook Si Bunni Yani (SBY) yang diduga menyebarkan video editan Ahok terkait dugaan penistaan agama juga akan dilimpahkan oleh Polda Metro Jaya atau tidak. Pasalnya, kabar laporannya dilimpahkan ke Bareskrim Polri masih berasal dari pemberitaan di media massa.
"Sedang diproses kan sudah dibikin laporan. Perkembangan terakhir berkaitan dengan penodaan penistaan termasuk pelaporan upload video ditarik ke mabes, itu dari media," kata Muannas.
Dia hingga kini belum mendapat keterangan secara resmi dari Polda Metro Jaya soal pelimpahan berkas laporannya tersebut.
"Belum, makanya kita nunggu panggilannya saja yang pasti," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
Terkini
-
PDIP Dukung Pernyataan Dasco: Pemimpin Harus Cetak Keberhasilan Sebelum Pikirkan Periode Kedua
-
Mendagri Instruksikan Percepatan Pemindahan Pengungsi Bencana Sumatra ke Hunian Layak
-
Usut Kasus Sudewo, KPK Cecar Ketua Kadin Surakarta Soal Proses Lelang Proyek DJKA Jatim
-
IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasto PDIP: Penegak Hukum Jangan Jadi Alat Kekuasaan
-
Soal Penembakan Pesawat di Boven Digoel, DPR Tegur Pemerintah: Tutup Bandara Jika Tidak Aman
-
Tak Berkutik! Detik-detik Penangkapan Dua Pria Pembawa Ribuan Ekstasi di Jakarta Barat
-
Stok Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri: DKI Jakarta Siapkan 182 Ribu Ton Beras
-
IPK Indonesia Turun ke 34, KPK: Alarm Keras Perbaikan Pemberantasan Korupsi
-
Pekan Depan Prabowo Lawatan ke AS, Teken Tarif Dagang dengan Trump
-
Jaksa Skak Mat Klaim Nadiem: LKPP Nyatakan Harga Laptop Cenderung Tinggi Tidak Terkontrol