"Saya berharap akan adanya perubahan yang jauh lebih baik nanti, dan siapapun nanti yang akan terpilih, semoga mampu memperbaiki Jakarta dengan lebih baik," katanya.
Banyak persepsi masyarakat Jakarta mengenai calon gubernur dan wakil gubernur.
Khairia, warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, mengimbau masyarakat jangan mudah percaya dengan isu SARA.
"Tidak profesional bila menjatuhkan lawan melalui isu SARA. Kita tidak setuju (kalau agama dibawa-bawa di Pilkada), karena agama itu kan sensitif dan di khawatirkan akan adanya perpecahan juga," kata Khairia.
Khairia akan memilih gubernur dan wakil gubernur Jakarta dengan melihat program kerja dan buktinya.
Perempuan yang mengenakan kerudungan itu mengusulkan agar pasangan calon dan tim sukses lebih mendekatkan diri kepada masyarakat. Salah satu caranya, mereka diminta membantu petugas kepolisian untuk mengatur lalu lintas.
"Inget lho, mengurai kemacetan, bukan menambah kemacetan. Tak perlu untuk mengundang wartawan, tapi cukup membantu saja. Toh masyarakat akan tau itu dari tim sukses mana," kata Khairia.
Sependapat dengan Khairia, Anisa tidak setuju agama dibawa-bawa di pilkada.
Dia mengikuti pemberitaan yang tengah hangat saat ini mengenai dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Sekarang gini aja, banyak kan yang bilang jangan mau dipimpin sama orang kafir atau yahudi. Nah sekarang coba lihat ruang lingkup yang lebih kecil, dikantor bosnya asli pribumi atau matanya sipit? Petinggi di kantor itu pakai peci atau pakai kalung salib?" kata dia.
Karyawan di salah satu bank di Jatinegara, Jakarta Timur, itu, mengatakan dari zaman dahulu sudah ada anjuran memilih pemimpin yang seagama. Namun, Anisa lagi-lagi menyarankan kepada masyarakat melihat keperibadian orang bukan hanya dari agama untuk persoalan memimpin di Jakarta.
"Kalau kita milih pemimpin yang seagama tapi orang itu korupsi kan sama saja, kita membuka jalan bagi dia untuk korupsi lagi. Kita dosa-dosa juga kan?" katanya.
"Lebih baik pilih pemimpin yang beda agama tapi dia lurus. Toh yang dipimpin pemerintahan bukan diri kita. Kecuali kalau dia beda agama sama kita tapi kita diharuskan pindah agama pas dia terpilih, itu beda lagi ceritanya. Selama dia nggak menyesatkan ya kenapa kita nggak pilih orang yang lebih baik," katanya menambahkan.
Warga Ciracas, Jakarta Timur, Popy, menyatakan tak melihat siapa yang akan menjadi pemimpin Jakarta berikutnya berdasarkan keyakinan. Namun, dia menuturkan lingkungan di dekat tempat tinggalnya banyak warga yang melihat pemimpin DKI berikutnya berdasarkan kesamaan agama.
"Kalau gue pribadi. Ya soal action (tindakan calon) itu sendiri. Hasilnya apa, nggak cuman omongan aja. Gue 65 persen nggak setuju agama dibawa-bawa di pilkada, 35 persen gue masih mikir, kenapa keras banget orang-orang nggak setuju soal perbedaan agama," katanya.
Seorang mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, Rifa, mengatakan memilih pemimpin yang seiman atau tidak merupakan hak pribadi masing-masing.
"Cuma gimana caranya dari kita untuk tidak bersinggungan satu sama lain ya. Cuma akhir-akhir ini kan lagi booming banget tuh yang masalah Ahok, makanya terkesan mengedepankan SARA di pilkada tahun ini," kata dia. (Yulia Enggarjati)
Terkait:
Ketika Timses Cagub Jakarta Kompak Buang Isu SARA
Isu Sara Memang Seksi dan Menggoda Lawan
Berita Terkait
-
Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu SARA, Pramono Anung: Jakarta Kota Terbuka!
-
Kawasan Pemukiman Padat Menteng Tenggulun Akan Ditata Jadi Kampung Tematik
-
Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?
-
Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan
-
Ashley Tanah Abang Jakarta: Hadirkan Kamar Tematik Keluarga untuk Liburan yang Lebih Seru
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup
-
Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat
-
Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya
-
BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%
-
Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda
-
BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif
-
Deposit Judi Online Piala Dunia 2026 Tembus Rp1 Triliun! QRIS Paling Banyak Disalahgunakan
-
Purbasari White Glow Body Serum Bisa Memutihkan Kulit? Cek Ulasan Pengguna
-
Meski Tampil Singkat, Mariano Peralta Ungkap Kesan Debut di Persib Bandung