Suara.com - Pemilihan kepala daerah Jakarta periode 2017-2022 mulai memanas. Pilkada yang akan berlangsung 15 Februari 2017 diikuti tiga pasangan calon. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, serta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Isu yang saat ini tengah mengguncang yaitu penggunaan simbol agama dan etnis.
Di tengah kegaduhan, tiga tim sukses pasangan calon gubernur dan wakil gubernur sepakat mereka tak akan menggunakan isu SARA untuk menjatuhkan lawan demi meraih kemenangan di pilkada.
"Kami sudah sepakat, bahwa menyerang melalui suku, agama dan ras adalah tindakan yang tidak sehat buat demokrasi. Jadi tidak akan dilakukan," kata Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandiaga, Mardani Ali Sera, Senin (10/10/2016).
"Kita berharap demokrasi itu harus rasional. Kalau kita mengangkat isu SARA, maka akan berkebalikan dari rasio," politisi PKS menambahkan.
Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Bestari Barus, menambahkan pesta demokrasi di Ibu Kota harus menjadi ajang kompetisi yang sehat. Bestari sepakat mengesampingkan isu negatif. Bestari dan timnya berkomitmen untuk mengedepankan program-program unggulan untuk menarik dukungan masyarakat.
Bestari secara tegas menolak penggunaan isu SARA di pilkada Jakarta. Pasalnya, Jakarta merupakan barometer pemilu nasional.
"Jadi, sebaiknya adu program saja gitu. Kalau SARA jadinya kan bukan hanya di pilkada, di dunia internasional di bidang apapun kan nggak dibenarkan," kata Bestari.
Bestari yakin penggunaan isu agama dan etnis sudah tidak laku di masyarakat. Masyarakat Jakarta, katanya, sudah pintar dalam menentukan pemimpin mereka.
Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta mengatakan jangan sampai demi meraih kemenangan, malah masyarakat tercerai berai gara-gara isu agama.
"Tentu akan membawa perpecahan. Kalau pilkada saya kira seharunya hanya program yang dikompetisikan," kata dia.
Senada dengan Bestari, Wakil Ketua Tim Kampanye Agus-Sylviana, Abdul Azis, mengatakan masyarakat Jakarta sudah tidak bisa dipengaruhi dengan isu agama dan etnis. Walaupun isu tersebut terus didengungkan, masyarakat tak akan terprovokasi.
"Jadi udah nggak bisa pakai isu SARA untuk memenangkan pasangan calon, untuk memenangkan salah satu calon atau persaingan di pilkada, sudah tidak tepat," kata Azis yang juga merupakan Wakil Ketua DPW PKB DKI Jakarta.
Azis yang juga Ketua Gerakan Pemuda Ansor DKI Jakarta mengatakan kualitas demokrasi bangsa ini akan mengalami kemunduran jika peserta pilkada dan pendukung menggunakan SARA.
"Berarti kan kemunduran demokrasi dan kemunduran Pancasila. Berarti negara kalah dengan hal-hal yang bersifat kecil gitu lho. Isu SARA kecil, ini sih ditimbulkan oleh kelompok kecil yang ingin mengalahkan negara," katanya.
Berita Terkait
-
Kawasan Pemukiman Padat Menteng Tenggulun Akan Ditata Jadi Kampung Tematik
-
Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?
-
Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan
-
Ashley Tanah Abang Jakarta: Hadirkan Kamar Tematik Keluarga untuk Liburan yang Lebih Seru
-
Tim RIDO Laporkan KPU ke DKPP dan Minta Pemungutan Suara Ulang, Anies: No Comment!
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara