Suara.com - Rapat Paripurna Luar Biasa DPD memutuskan senator Bengkulu Muhammad Saleh menjadi ketua DPD yang baru. Perolehan suara yang diraih Saleh mengungguli dua pimpinan lainnya, Farouk Muhammad dan GKR Hemas.
"Dengan persetujuan sidang paripurna, menetapkan Muhammad Saleh sebagai ketua dan saudara Ratu Hemas sebagai wakil ketua I, dan Pak Farouk sebagai wakil ketua II," kata senator Riau Maimanah Umar yang memimpin rapat, Selasa (11/10/2016).
Dari hasil pemungutan suara, Saleh mendapatkan 61 suara, sedangkan Hemas mendapatkan 31 suara, dan Farouk mendapatkan 23. Sementara ada satu suara yang abstain karena memilih tiga nama dalam satu surat suara. Dalam pemilihan ini, ada 116 suara yang melakukan pemilihan suara dari total 131 suara.
Maimanah yang memimpin sidang kemudian melanjutkan sidang dengan pelantikan ketua DPD yang baru. Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali yang rencananya memimpin pelantikan, namun karena tidak hadir, sidang diskor selama satu jam.
"Kami ucapkan selamat atas terpilihnya pimpinan DPD terpilih. Kami berharap pimpinan terpilih ini dapat menjalankan kinerja dalam tugas konstitusional untuk kepentingan rakyat dan daerah," kata Maimanah.
Saleh yang terpilih kemudian mengucapkan terimakasih. Dia berharap DPD menjadi institusi yang bisa menjaga konstitusi. Dia berharap DPD di bawah kepemimpinannya bisa membantu memajukan bangsa.
"Saya berjanji untuk membangun bangsa ini," tutur Saleh.
Saleh menggantikan Irman Gusman yang kini ditetapkan KPK menjadi tersangka kasus dugaan suap kuota impor gula di Sumatera Barat. Irman ditangkap setelah menerima uang sebesar Rp100 juta dari distributor gula.
Sebelum Saleh dilantik, Ketua Badan Kehormatan DPD A. M. Fatwa interupsi. Dia mengatakan BK DPD mendapatkan laporan dari pengacara Irman Gusman bahwa ada gugatan yang dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta, BK dianggap melakukan tindakan melawan hukum atas pemecatan Irman.
"Kami akan menghadapinya secara hukum juga," kata Fatwa.
Berita Terkait
-
Prabowo Dapat Skor 3 dari 10: Utang Rp9.000 T, Tapi Perjalanan Dinas Rp1,1 T
-
Bahaya Konflik Kepentingan di Balik Dana Pribadi Prabowo untuk Diplomasi Luar Negeri
-
Bukan Negara Kerajaan, Gaya Prabowo Soal Urusan Privat dan Negara Tuai Kritikan
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
-
Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Mana yang Turun Duluan? Banner Demo Mahasiswa di DPR Sindir Kenaikan BBM hingga Jabatan Prabowo
-
Mangkir Lagi, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Fitri Assiddikki di Kasus CSR BI-OJK
-
Disambut Riuh Mahasiswa, Wapres Gibran Buka Pintu Setwapres untuk Pendemo
-
Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM dalam Program MBG
-
DPR Gelar Rapat Tertutup Bahas Anggaran dengan BGN, Ada Apa?
-
Dana Pendidikan Dikuras Buat MBG, Pemerintah Terancam Gugatan Ganti Rugi Triliunan!
-
Guru Keluhkan MBG Ganggu KBM, Pembagian Makanan hingga Ompreng Sita Waktu Belajar
-
Bukan Gerakan Makar, Aliansi Cipayung: Cara Aparat Memperlakukan Kami Seolah Kami Melakukan Kudeta
-
Apakah Harga Minyak Dunia Kembali Normal Setelah AS - Iran Damai?
-
Diplomasi Prabowo Gagal? Malaysia Lebih Unggul Ambil Peluang Ketimbang Indonesia