Suara.com - Juara dunia sembilan kali, Valentino Rossi, belum menutup ambisinya kembali menapaki podium utama di kompetisi MotoGP musim ini. Kini, dia pun fokus mewujudkan misinya di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (30/10/2016).
Rossi memang sudah lama tak lagi mencicipi gelar juara setelah yang terakhir di MotoGP Catalunya, Spanyol, 5 Juni. Kemenangan itu jadi yang kedua baginya sejauh ini di musim 2016 setelah yang pertama di Sirkuit Jerez, Spanyol, 24 April.
Sementara itu, terkait balapan di Sepang akhir pekan nanti, pebalap dari tim Movistar Yamaha ini bukan tanpa kenangan manis. Tercatat, dia masih jadi pebalap yang paling banyak menang di trek yang berkarakter cepat ini; 7 kali.
Namun demikian, Rossi tidak ingin sesumbar. Terlebih, lintasan Sirkuit Sepang sekarang telah mendapat sentuhan aspal baru. Itu artinya, pebalap harus beradaptasi lagi dengan trek sepanjang 5,543 km itu.
"Sepang akan jadi tantangan besar lainnya, karena ini adalah balapan terberat musim ini," kata Rossi yang finis di posisi kedua pada MotoGP Australia, pekan lalu.
"Di Sepang sangat panas, dan Anda harus mempersiapkan diri dengan baik, tidur cukup, banyak minum, dan datang dalam kondisi siap karena di sana balapan yang sulit," lanjutnya.
"Tapi, biasanya kami cukup kuat di Sepang dan kami harus membiasakan lagi dengan aspal baru. Target saya adalah berjuang untuk meraih podium utama lagi," jelas Rossi, 37 tahun. (The Borneo Post)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Buntut 'Nyanyian' Sony Sonjaya, Kejagung akan Klarifikasi Nanik S Deyang di Kasus Korupsi MBG
-
Punya Daya Tarik Rasa dan Visual, Mayoritas Vape di Indonesia Dikemas dengan Desain Ramah Remaja
-
Pelaku Buron, Komisi XIII DPR Desak Negara Hadir Lindungi Perempuan Korban Penyiksaan di Bandung
-
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mengundurkan Diri
-
Belatung di Kepala, Oneng Murka Wanita di Bandung Disekap 3 Tahun: Jangan Beri Ampun!
-
'Hanya Saya yang Berani Ngomong!' Cak Imin Sebut PBNU Periode Ini Paling Gagal dan Mundur
-
Buron Sejak 2025, Bos Kresna Life Michael Steven Akhirnya Diringkus di Maroko
-
Arahan Zulhas: Sekolah Elit Tak Perlu MBG, Fokus ke yang Benar-Benar Butuh
-
Akademisi UI Soroti Penangkapan Dokter Tifa, Sebut Ada Sinyal Intimidasi ke Rektor
-
Megawati, Sinta Wahid, hingga Romo Magnis Berkumpul di Menteng, Ada Apa?