Suara.com - Membludaknya pengunjung di sidang pembacaan vonis terdakw Jessica Kumala Wongso membuat pihak kepolisian membatasi jumlah pengujung yang ingin masuk ke ruang sidang Koesoema Atmadja II Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Hal tersebut yang membuat sejumlah pengunjung merasa kecewa karena tidak diizinkan memasuki ruang sidang. Pengamanan di pintu masuk ruang sidang Koesoemah Atmadja II memang sangat super ketat.
Beberapa personel kepolisian bersiaga di pintu masuk dengan membuat barikade pengamanan.
Salah satu pengunjung yang kecewa tak dizinkan masuk ke ruang sidang adalah Martianda Dewi. Perempuan tersebut datang bersama rekan-rekannya.
Mahasiswa UPN Jakarta itu sengaja mendatangi sidang vonis Jessica untuk menyelesaikan tugas kuliahnya.
"Mau ketemu keluarga Mirna juga," kata dia.
Tak hanya Dewi, Santi juga mengaku kecewa karena juga tak bisa masuk ruang sidang.
Teriakan protes juga dilayangkan sebagian pengunjung yang kecewa, "Kok itu boleh masuk pak polisi," kata sejumlah pengunjung.
Meski demikian, bagi pengunjung yang tidak bisa masuk ruang sidang, masih bisa menyaksikan jalamnya persidangan vonis Jessica di dua layar LCD yang disiapkan PN Jakpus
Dalam sidang ke-32 ini, sebanyak 489 personel kepolisian disiagakan untuk mengamankan sidang pembacaan vonis Jessica. Pengamanan sidang kasus Kopi Matu Mirna ini dibagi menjadi tiga ring.
Tak hanya pengamanan personel. Ada dua kendaraan taktis yakni baracuda dan watercanon yang telah disiapkan di luar gedung.
Hal itu guna mengantisipasi adanya kericuhan antara pendukung simpatisan Jessica dan Mirna saat sidang berlangsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Siasat Kurir Sembunyikan 86 Kg Sabu di Pinggir Sungai Gagal, 6 Orang Diciduk dan Bos Aeng Buron
-
Harga Telur Anjlok, SPPG Wajib Serap Telur Rp26.500 per Kg untuk MBG
-
17 Tahun Menunggu, Transmigran di Kerinci Masih Hidup Tanpa Listrik
-
Kebahagiaan itu Bukan Dikejar: Refleksi Menarik dari Buku Happiness Here!
-
Dugaan Penggelapan Rekrutmen BLUD RSUD Karanganyar, Polisi Telusuri Aliran Dana
-
Apakah Smartwatch Bisa untuk WA? Ini 5 Merk yang Mendukung WhatsApp
-
Viral Sam Meychou Jadi Tahanan Tercantik di Kamboja, Siapa Dia dan Kena Kasus Apa?
-
Nikmati Cashback Rp45 Ribu di Marugame Udon Pakai QRIS BRImo
-
Tanggulangi Kekeringan di Musim Kemarau, Kodim 0730/Gunungkidul Bangun 18 Titik Sumur Bor
-
Tragedi Tolikara, DPR Desak Pemerintah Jamin Nyawa Warga Sipil di Papua