Suara.com - Demonstrasi ormas kemasyarakatan dan keagamaan hari ini di sekitar kawasan Istana Merdeka mengakibatkan banyak jalur lalu lintas diblokade polisi dan dialihkan ke jalur lain.
Banyak rombongan demonstran tak bisa mendekati Istana karena terjebak di tengah kemacetan.
Di tengah kemacetan Jalan Veteran, Jakarta Pusat, menurut pengamatan Suara.com di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, ada rombongan demonstran yang menumpang mobil ambulance untuk mendekati Istana.
Mereka berasal dari Muara Karang, Jakarta Utara. Tapi karena jalur diblokir, mobil tak bisa lewat.
"Kita dari Muara Karang ini tempatnya Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), kendaraan yang ada aja kita pakai ngapain susah-susah," kata Jefri, salah satu anggota rombongan,
Jefri mengatakan tempat tinggalnya tak jauh dari rumah Ahok. Ahok tinggal di Pantai Mutiara, sementara dia tinggal di Muara Karang.
Jefri dan kawan-kawannya mendukung aksi ini agar kasus Ahok diproses secara hukum.
"Nggak ada urusannya sama itu. Kalau ada pesawat, kita pakai pesawat, kalau perlu buat datang ke sini, yang penting Ahok dihukum," katanya.
Saat ini, sebagian besar anggota ormas Islam sudah berada di depan Istana Merdeka. Mereka berorasi untuk menuntut pemerintah bersikap tegas. (Indriana Shinta Tamara)
Tag
Berita Terkait
-
Usai Diserang Isu SARA, RK Janji Bikin Program ke Vatikan dan Yerusalem, Apa Alasannya?
-
AMIN Teken 13 Pakta Integritas Ijtima Ulama, TPN Ganjar-Mahfud: Sudah Tak Laku, Lebih Khawatir Politik Dinasti
-
Ganjar Pranowo ke Pendukungnya: Haram Hukumnya Bawa Isu SARA!
-
Bukan Pesta Demokrasi: Penyakit-penyakit Musim Pemilu yang Akan Menjangkit
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara