Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyambut kedatangan presiden terpilih, Donald Trump, di Gedung Putih pada Kamis (10/10/2016). Tujuan pertemuan ini untuk mengatur peralihan kepemimpinan setelah Trump secara mengejutkan memenangi pemilihan dua hari sebelumnya.
Sebelumnya, kedua tokoh itu hampir tidak pernah bertemu empat mata.
Trump, dari Partai Republik, merupakan sosok yang menghembus-hembuskan gerakan untuk mempertanyakan keaslian kewargangaraan Obama. Ia juga menjanjikan akan membatalkan berbagai pencapaian kebijakan politik Demokrat setelah dirinya mulai menjabat sebagai presiden pada 20 Januari 2017.
Obama sebelumnya berkampanye habis-habisan untuk menggalang dukungan bagi saingan Trump dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, dan menyebut Trump memiliki temperamen yang tak layak sebagai presiden. Obama juga mengingatkan bahwa Trump berbahaya karena ia tidak memiliki kesiapan untuk menjaga kode nuklir Amerika Serikat.
Obama dan Trump akan berupaya mengesampingkan ketegangan di antara mereka, setidaknya di depan kamera, selama pertemuan mereka di Oval Office, Gedung Putih.
Ibu Negara Michelle Obama juga akan bertemu berdua dengan istri Trump, Melania, di kediaman Gedung Putih.
Pada Rabu, Obama mengatakan bahwa, kendati ia memiliki berbagai perbedaan besar dengan Trump, ia akan mengikuti langkah yang dicontohkan mantan presiden dari Partai Republik, George W. Bush, pada 2008 dan memastikan proses peralihan kepemimpinan berjalan mulus.
"Delapan tahun lalu, saya dan Presiden Bush mempunyai cukup banyak perbedaan penting namun tim Bush sangat profesional dan lebih pemurah dalam memastikan bahwa transisi di antara kami berjalan lancar," ungkap Obama.
"Jadi, saya telah memerintahkan tim saya untuk mengikuti contoh yang diberikan tim Presiden Bush," tutup Obama. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!
-
Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis