Suara.com - Jorge Lorenzo mengaku tidak menyesal harus berpisah dari tandemnya, Valentino Rossi. Musim depan, juara dunia MotoGP tiga kali itu tak akan lagi berseragam Yamaha.
Dia telah memutuskan menerima tantangan baru bersama pabrikan motor terkemuka asal Italia, Ducati. Pada pertengahan April lalu, Lorenzo menekan kontrak selama dua tahun dengan Ducati.
Sebelumnya, Lorenzo berbagi garasi yang sama selama tujuh musim dengan Rossi di Yamaha. Kini, dia bersiap melakoni lomba terakhirnya bersama Rossi dan Yamaha di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (13/11/2016).
"Saya pikir sekarang akan lebih baik, karena kini kami--dia dan Rossi--telah belajar satu sama lain, tapi kami akan (segera) berbeda tim. Apa yang telah kami pelajari satu sama lain bisa kami tuangkan dalam trek," kata Lorenzo.
"Sebelumnya, saat berada di tim yang sama, seseorang harus finis di depan rekan setimnya. Tapi, sekarang mungkin kita bisa mengambil keuntungan dari apa yang dipelajari dari sisi lain," lanjut Lorenzo.
Kendati telah lama bersama, namun hubungan antara Lorenzo dan Rossi seperti diketahui tidak pernah akur. Keduanya terlibat rivalitas yang hebat antar sesama rekan setim. (Crash)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat