News /
Jum'at, 11 November 2016 | 18:18 WIB
Ilustrasi taekwondo [Antara/Saptono]

Suara.com - Tim Taekwondo Indonesia menargetkan meraih sedikit-dikitnya dua medali emas di SEA Games XXIX/2017 Malaysia, sama dengan perolehan pada turnamen serupa tahun 2015 di Singapura.

Target ini dibebankan di pundak 12 taekwondoin Indonesia yang sudah disahkan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

"Mereka terdiri dari atlet putra dan putri, enam untuk nomor 'kyorugi' (tarung) dan enam 'poomsae' (peragaan jurus)," ujar Kepala Pelatih Pelatnas Taekwondo Indonesia, Rahmi Kurnia, saat ditemui usai tes fisik para atlet di Stadion Atletik UNJ, Rawamangun, Jakarta, Jumat (11/11/2016).

Rahmi melanjutkan, pihaknya saat ini telah meminta penambahan jumlah atlet, khususnya di nomor kyorugi yang rentan cedera akibat kontak fisik.

"Dari pihak Satlak setuju ada penambahan dua orang lagi di awal tahun 2017. Namun, belum ada atlet yang benar-benar aman posisinya," tuturnya.

Beberapa atlet yang disebut memiliki peluang masuk tim nasional adalah mereka yang meraih emas di PON 2016 Jawa Barat. Nantinya, nama-nama yang berpotensi diuji pada Februari 2017 dan bisa bergabung jika lolos.

Taekwondo sendiri telah melaksanakan pemusatan latihan (TC) sejak 1 Oktober 2016, di Cibubur, Jakarta. Di sela TC, sebagai bagian dari persiapan dan penilaian kemampuan atlet, tim taekwondo Indonesia akan turut serta di kejuaraan tingkat Asia dan Kejuaraan Dunia Taekwondo di Muju, Korea Selatan, 2017.

Terkait peluang di SEA Games Malaysia, Rahmi menyatakan tim akan menyusun strategi dengan melihat di kelas mana saja taekwondoin Indonesia berpotensi besar meraih emas. Mereka mempertimbangkan pula siapa saja atlet dari negeri pesaing yang akan tampil.

Pada SEA Games 2015 di Singapura, cabang olahraga taekwondo menyumbang dua emas. Medali itu didapat dari kelas -54 kg putra atas nama Reinaldy Atmanegara dan kelas -53 kg putri oleh Mariska Halinda.

Selain itu, taekwondo juga menyumbang satu perak melalui Maulana Haidir di nomor individu Poomsae putra. Kemudian ada pula tiga perunggu dari tim Poomsae putra, individu Poomsae putri oleh Mutiara Habiba dan kelas -57 kilogram putri atas nama Annisa Cinthya Medina.

Tes fisik yang dilaksanakan Satlak Prima di Stadion Atletik UNJ, Rawamangun, sendiri sudah berlangsung sejak, Senin (7/11/2016) lalu, dan berakhir pada hari ini.

Di hari terakhir, Satlak melakukan uji fisik kepada atlet cabang olahraga tinju, taekwondo, karate, balap sepeda dan ski air.

Selain tes fisik, Satlak Prima juga menyelenggarakan tes kesehatan di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Khusus untuk taekwondo, Rahmi mengatakan kondisi para atlet secara umum cukup baik meski masih ada atlet yang masih memiliki sisa-sisa cedera pascaPON Jawa Barat beberapa waktu lalu.

"Itu tidak masalah. Nanti dipulihkan dengan fisioterapi," ungkap Rahmi. (Antara)

Load More