Suara.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon memuji safari politik ke yang tengah dilakukan Presiden Joko Widodo setelah demonstrasi 4 November. Fadli Zon berharap Presiden hal tersebut menghasilkan kabaikan demi persatuan bangsa.
"Saya apresiasi Pak Jokowi keliling. Presiden bermaksud baik. Tapi jangan mengirimkan sinyal yang salah," kata Fadli di DPR, Jumat (11/11/2016).
Namun, Fadli menyayangkan adanya informasi yang kurang pas mengenai jumlah peserta demonstrasi. Informasi yang beredar jumlahnya 30 ribu orang, padahal menurut Fadli, mencapai mencapai jutaan.
"Kalau ini kan jauh sekali sangat berbahaya. Seperti negara amatiran, dan tidak profesional," tuturnya.
Setelah 4 November, Presiden bertemu dengan tokoh Nahdlatul Ulama, PP Muhammadiyah, serta LDII.
Presiden sejak Senin (7/11/2016) juga mengunjungi Markas Besar Angkatan Darat di Jakarta Pusat, dilanjutkan pada Selasa (8/11/2016) ke Markas Besar Kepolisian di Jakarta Selatan.
Presiden Jokowi mengunjungi Markas Korps Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, pada Kamis (10/11/2016).
Lalu, Presiden mengunjungi Markas Korps Brimob, Depok, Jawa Barat, setelah itu ke Markas Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, pada hari ini.
Berita Terkait
-
Jokowi Disebut Sudah Pulih 99 Persen, Siap Keliling Indonesia Juni 2026 Sapa Rakyat
-
Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi
-
Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
-
JK Ungkit Jasanya untuk Jokowi, Golkar Beri Respons Menohok!
-
Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Tinjau Sekolah Rakyat, Ketum Karang Taruna Budisatrio Djiwandono Motivasi Siswa
-
Greenpeace Sebut Aturan Pilah Sampah DKI Dinilai Belum Cukup, Mengapa?
-
Bolivia Lumpuh Akibat Mogok Nasional, Buruh dan Petani Tuntut Presiden Rodrigo Paz Mundur
-
Dua Tahun 'Main Cantik' di Kantor Camat, Pegawai PPPK di Bogor Ketahuan Pakai Sabu Sejak 2024
-
Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Kelar, DPR ke KNKT: Kok Lama? Ini kan Bukan Pesawat Meledak!
-
Polda Metro Jaya Mulai Usut Laporan Dugaan Gelar Palsu Menkes Budi Gunadi Sadikin
-
Satgas PKH Setor Rp10,2 Triliun ke Kas Negara, Kejagung Klaim Selamatkan Jutaan Hektar Hutan
-
Geledah Rumah Heri Black, KPK Temukan Bukti Dugaan Perintangan Penyidikan dalam Kasus Bea Cukai
-
Iran Gelar Latihan Anti-Helikopter, Siaga Hadapi Serangan AS-Israel
-
WNI Tertangkap pada Kasus Jaringan Distributor Konten Asusila Anak di Kapal Pesiar Disney