Suara.com - Seorang lelaki masuk ke kerumunan massa demo 2 Desember di Kawasan Gambir Jakarta Pusat. Saat itu pendemo sudah membubarkan diri.
Lelaki itu membawa golok dan menyuruh massa untuk pergi. Tak takut, pendemo yang mengenakan pakaian serba putih pun menyerang lelaki berpakaian hitam itu dengan memukulnya.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan awalnya massa aksi tengah duduk bersantai di kawasan Pintu Barat Monas.
"Pukul 10.00 Wib bertempat di Taman Pintu Barat Pertamina pada saat massa aksi sedang duduk-duduk seorang pelaku datang dan mengusir para massa aksi damai dengan mengacungkan sebilah golok dan mengatakan bubar kemudian serentak para massa aksi damai memukul pelaku tersebut," kata Argo di Silang Monas, Jakarta, Jumat (2/12/2016).
Melihat peristiwa tersebut, kata Argo sejumlah anggota polisi yang tengah berjaga di sekitaran lokasi aksi lantas mengamankan pelaku dari amukan massa.
Argo melanjutkan, saat ini pelaku provokator tersebut sudah digelandang ke Polres Jakarta Pusat untuk diperiksa lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun