Suara.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan kehadiran Presiden Joko Widodo di tengah-tengah massa aksi doa bersama di Monumen Nasional (Monas) atas inisiatif sendiri.
Jokowi datang menghadiri aksi terkait kasus dugaan penistaan agama tersebut didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja, serta Panglima TNI.
"Ya, tadi Bapak Presiden sendiri memutuskan, tentu setelah mendengar banyak pertimbangan dari berbagai kalangan, tapi pada akhirnya putusan diambil sendiri oleh Presiden," kata Lukman kepada wartawan di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/12/2016).
Menurut dia, Jokowi memutuskan datang menghadiri aksi tersebut dalam waktu yang singkat. Keputusan itu diambil beberapa saat menjelang Salat Jumat.
"Ptusan itu (mendatangi massa) mendekati saat adzan Salat Jumat tadi. Jadi memang tenggang waktunya sangat singkat sekali," ujar dia.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi datang menghadiri aksi doa bersama di Monas dengan berjalan kaki dari Istana Merdeka. Ia berjalan di tengah guyuran hujan.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga memayungi dirinya sendiri tanpa dipayungi oleh Paspampres. Kedatangannya pun disambut antusias oleh massa yang memenuhi silang Monas tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana