-
Pesawat ringan menabrak menara tertinggi Beijing, memicu sensor ketat dan pembungkaman informasi oleh pemerintah China.
-
Insiden terjadi dekat markas pemimpin tertinggi, menandakan kegagalan masif pada sistem keamanan udara Beijing.
-
Larangan terbang bagi pesawat ringan diberlakukan, sementara pengamat memprediksi akan ada pencopotan jabatan perwira terkait.
Suara.com - Misteri besar menyelimuti ibu kota China setelah sebuah pesawat ringan menabrak gedung pencakar langit tertinggi di Beijing, Menara CITIC.
Otoritas setempat memilih menutup rapat informasi dan menyensor ketat segala pembahasan terkait insiden mematikan tersebut.
Hingga kini, publik hanya disuguhi laporan singkat sepanjang 60 kata dari media pemerintah, Beijing Daily.
Pernyataan minim itu menjadi satu-satunya informasi resmi atas kecelakaan yang menewaskan sang pilot.
Dampak benturan keras pada hari Jumat tersebut menyisakan lubang besar di dinding menara berlantai 109 itu.
Kini, kerusakan fisik pada gedung ikonik tersebut telah ditutup rapat oleh petugas.
Di jagat maya, rekaman video amatir yang merekam detik-detik kecelakaan langsung lenyap seketika.
Mesin sensor pemerintah bahkan menghapus foto dan meme kasual menara yang tidak berkaitan dengan insiden.
Langkah super cepat ini diduga karena elite politik di Beijing masih meraba penyebab pasti kejadian.
Baca Juga: Harga Jual Kembali Mobil China Masih Kalah Jauh dari Merek Jepang
"Ini adalah insiden yang sangat tidak biasa," kata Manya Koetse, pengelola buletin Eye on Digital China, dikutip dari BBC, Rabu (1/7/2026).
Koetse menilai kejadian ini mengancam narasi penting partai dan mempertanyakan kompetensi pemerintah.
Sektor penerbangan langsung menerima imbas lewat perintah penghentian operasional seluruh pesawat ringan.
Tiga perusahaan penerbangan mengonfirmasi instruksi tersebut namun menolak memberikan rincian lebih lanjut.
"Kami diberitahu untuk tidak membicarakannya. Silakan tanya yang lain," ujar seorang wanita di lembaga pelatihan penerbangan di Beijing.
Sikap serupa ditunjukkan perusahaan lain di Chengdu yang langsung memutus kontak telepon saat dikonfirmasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Meski Bangunan Retak Pasca Gempa, Layanan Penerbangan Tetap Berjalan di NTT
-
Industri Maritim Naik Kelas, Digitalisasi Perkuat Layanan Kapal hingga Kepelabuhanan
-
Hari Jadi Ke-81 Jateng: Dari Sawah Jawa Tengah untuk Meja Makan Indonesia
-
Kirab Bendera Sang Merah Putih Dimulai Jam Berapa? Ini Rangkaian Acara HUT RI ke-81
-
Promo Tiket Kereta Api Masih Tersedia, 16.913 Kursi Telah Terjual Hari Ini
-
Peringatan Detik-Detik Proklamasi Dimulai Jam Berapa? Ini Jadwal Resmi Upacara HUT RI ke-81
-
Hari Jadi Ke-81 Jateng: Program Speling, Jarak Tak Lagi Bikin Pusing
-
BRI Tebar Giveaway 500 Tiket Gratis Modinity Warehouse Sale 2026, ini Cara Klaimnya
-
Lindungi Petani demi Kepastian Harga, Wakil Ketua DPRD Jateng: Jangan Biarkan Merugi!
-
Teks Proklamasi untuk Dibacakan di Upacara Peringatan Kemerdekaan HUT RI ke-81