Suara.com - Kejuaraan Dunia Pencak Silat XVII, resmi dibuka, Sabtu (3/12/2016). Lebih dari 500 pendekar dari 40 negara ikut berlaga di pesta para pendekar silat yang digelar di GOR Lila Buana Denpasar, Bali.
Di kejuaraan-kejuaraan dunia sebelumnya, Indonesia, selaku pemilik asli kesenian pencak silat, kerap keluar sebagai juara umum. Dan di kejuaraan dunia kali ini, Indonesia selaku tuan rumah juga diharapkan kembali merebut medali emas terbanyak.
"Kita tentunya berharap juara umum," kata Ketua Umum PB IPSI, Prabowo Subianto.
Namun Prabowo juga meminta masyarakat untuk tetap legowo apabila Indonesia gagal meraih juara umum di kejuaraan dunia kali ini. Bahkan menurutnya, adalah sebuah kehormatan apabila negara lain keluar sebagai juara umum.
"Tapi kita juga harus legowo, kita harus siap bila negara lain lebih baik dari kita. Itu suatu kehormatan bagi kita. Mereka belajar budaya kita, serius, tekun dan mereka bisa menang," ujar mantan Danjen Kopassus itu di sela-sela acara musyawarah nasional PB IPSI.
Selain target di kejuaraan dunia, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu juga membeberkan target PB IPSI di Asian Games 2018. Ajang dimana untuk pertama kalinya pencak silat dipertandingan.
"Iya sama juga. Kita berharap yang terbaik tapi kita harus legowo bila negara lain lebih baik dari kita karena ketekunan mereka. Karena mereka kerja keras," ujarnya lagi.
Berita Terkait
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Peluang Prabowo-Gibran di Pilpres 2029 Dinilai Masih Terbuka, Manuver Jokowi Jadi Sorotan
-
Kapolri Temui Prabowo di Istana, Stabilitas Keamanan dan Hari Bhayangkara Jadi Bahasan
-
PGRI: Jangan Cap Guru Mata Duitan karena Minta Gaji Layak
-
Datangi Kediaman Jokowi di Solo, Sespri Prabowo Rizky Irmansyah Jadi Sorotan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar