Calon Gubernur Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama Ahok) mendapat banyak pengaduan dari warga soal pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) oleh pihak sekolah. Hal ini disampaikan warga saat Ahok
melakukan blusukan dan kampanye di Jalan Anggur III Dalam, Kelurahan Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.
Kepada wartawan, Ahok akan mencari tahu kenapa banyak warga yang KJP-nya ditarik oleh pihak sekolah. Sebab, jika anak itu terlibat tawuran otomatis akan ditarik bantuan pendidikannya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Kalau KJP dicabut, kan memang perintah kita kalau anaknya berantem KJP dicabut, kalau anaknya juga punya HP yang mewah kita cabut. Makanya kita mau selidikin," ujar Ahok, Selasa (6/12/2016).
Mantan Bupati Belitung Timur ini menginginkan bantuan pendidikan KJP benar-benar tepat sasaran.
Ahok mengatakan, jika dia berpikirnya secara politik dan ingin mendapatkan dukungan warga di Pilkada Jakarta 2017, bisa saja KJP dapat ditarik tunai. Namun hal itu tak dilakukan oleh Ahok karena dia mengatakan ingin mendidik masyarakat Jakarta.
"Jadi yang berhak dapat bantuan, orang-orang yang betul betul layak dapat bantuan. Kalau saya mau berpikir secara politik, ini KJP (anggarannya) Rp2,5 triliun, bebasin aja tarik kontan, ya nggak? Sama aja saya bagi-bagi Rp2.5 triliun setahun," kata Ahok.
Disisi lain, Ahok curiga pencabutan KJP sengaja dilakukan oknum pihak sekolah dengan kepentingan tertentu, misalnya untuk membuat warga benci terhadap sistem KJP yang dijanjikan Ahok. Pasalnya, cagub dan cawagub lain, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, menjanjikan program yang sama dengan layanan lebih beragam, termasuk pencairan uang KJP.
"Itu dilakukan (oknum) biar benci sama Ahok, kalau ganti gubernur, ada dapat KJP plus (program pasangan Anies-Sandiaga) kok," ucap Ahok.
Sebelumnya, sejumlah warga melaporkan KJP anaknya yang dicabut oleh pihak sekolah, salah satunya terjadi di SDN 03 Pagi Cipete Selatan dan SMPN 250 Jakarta.
Baca Juga: Ada Kemungkinan Massa Anti Ahok Geruduk PN Jakarta Utara
Salah satu warga yang mengadu bernama Waini (59), dia mengatakan KJP atas nama cucunya Muhammad Nurul Nafis dicabut tanpa pemberitahuan dari pihak sekolah terlebih dahulu.
"Banyak yang dicabut, lebih dari 10 anak di sini. Dicabut dari tahun kemarin dan nggak ada pemberitahuan di awal," kata Waini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya