Suara.com - Pesawat-pesawat tempur Suriah meluncurkan serangan terbaru di distrik terakhir Aleppo yang dikuasai oposisi pada Jumat (9/12/2016) sore waktu setempat, demikian dilansir dari laman AFP.
Serangan dilakukan setelah sekutu Suriah, Rusia, berjanji akan terus melakukan gempuran sampai pejuang oposisi meninggalkan medan pertempuran.
Sebelumnya pada Kamis malam, Moskow mengumumkan gencatan senjata agar warga sipil bisa meninggalkan medan pertempuran. Meskpun, tembakan artileri tak berhenti.
Tentara Suriah kembali melakukan serangan untuk merebut Aleppo sejak tiga minggu lalu. Serangan Suriah ini jadi pukulan terbesar dalam perang yang sudah terjadi enam tahun terakhir.
Puluhan ribu warga sipil telah melarikan diri ke Aleppo timur dalam beberapa pekan terakhir. Ratusan orang dilaporkan hilang setelah lari ke wilayah yang dikuasai pemerintah.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, yang berbasis di Inggris, melaporkan setidaknya ada lusinan pesawat yang melakukan serangan ke Aleppo pada Jumat sore.
Sejauh ini, tentara Suriah telah menguasai sekitar 85 persen dari Aleppo timur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi
-
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya
-
Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan
-
Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?
-
Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto