Suara.com - Bana Alabed, seorang gadis Suriah yang baru berusia 7 tahun menjadi perhatian dunia. Dia memposting pengalamannya di tengah perang saudara di Aleppo, Suriah lewat Twitternya, @AlabedBana.
Bana ditangkap setelah posting kisah-kisah memilukan tentang pemboman Aleppo. Kini akun @AlabedBana menghilang dari media sosial alias dihapus, sejak Minggu (4/12/2016).
Pesan terakhir yang dikirim dari akun Twitter @AlabedBana bersama ibunya, Fatemah. Dia mempunyai firasat juga akan ditangkap.
"Kami yakin tentara menangkap kami sekarang. Kita akan melihat satu sama lain hari lain dunia sayang. Bye," begitu kicauan dia.
Bana memiliki lebih dari 100.000 pengikut, bahkan kicauannya telah diretweet banyak orang. Misalnya kisah 28 November.
"Malam ini kita ada rumah, dibom dan aku di reruntuhan. Aku melihat kematian dan saya hampir mati," kata Bana.
"Di bawah pemboman berat sekarang. Di antara kematian dan kehidupan sekarang, silahkan terus berdoa untuk kita," katanya.
Yang paling mencolok adalah video yang merekam suara bom. Bana berbicara ke kamera dan meminta bantuan. Mereka tinggal di bagian yang dikuasai pemberontak di bagian timur kota. (CNN)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi
-
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya
-
Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan
-
Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?
-
Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto