Suara.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan gerbang tol Karang Tengah, Tangerang, Banten, merupakan salah satu gerbang tol utama yang paling ramai. Saban hari, antrian untuk melewati gerbang tol ini mencapai sekitar 10 kilometer.
"Saya pikir apresiasi apa yang dilakukan, kita harus perhatikan ini dengan cara kerjasama BPJT (Badan Usaha Jalan Tol), Jasa Marga, wali kota, gubernur, dan semua pihak memerhatikan ini supaya ada level of service yang lebih bagus," kata Budi ketika meninjau gerbang tol Karang Tengah, Senin (12/12/2016).
Sumadi menekankan pentingnya permasalahan tersebut segera diatasi karena sebentar lagi memasuki musim libur Natal dan tahun baru sehingga dipastikan volume kendaraan di gerbang tol Karang Tengah akan melonjak tajam.
Untuk mengatasinya, Budi meminta Badan Pengelola Jalan Tol memindahkan gerbang tol Karang Tengah.
"April ini, (gerbang tol) Karang Tengah ditiadakan, dibongkar. Dipindahkan ke Cikupa, Karawaci dan ke Alam Sutera," katanya.
Untuk mengurangi kepadatan selama musim libur akhir tahun di gerbang tol Karang Tengah, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani menjelaskan Jasa Marga akan mengoperasikan 36 gardu tol, yang terdiri dari 18 gardu untuk melayani transaksi arah Tangerang dan 18 gardu melayani transaksi arah Jakarta dengan tiga gardu reversible. Kemudian, jumlah petugas juga ditambah.
“Lalu, kami juga akan memperbaiki konstruksi jalan dan sarana kelengkapan jalan dengan menyiapkan kondisi permukaan jalan yang layak operasi, kesiapan Satuan Tugas 24 jam bila terjadi Kondisi Darurat, jalan berlubang, kebakaran, penambahan penerangan jalan umum di jalur jalan, gerbang tol dan TI dan P dalam kondisi berfungsi atau menyala, serta penyediaan genset movable,” katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Wajah Baru Planetarium Jakarta, Destinasi Edukasi Favorit di Libur Nataru
-
Libur Nataru, Kunjungan ke Ancol Melonjak 30 Persen
-
Libur Natal dan Tahun Baru, Ragunan Buka Lebih Awal dan Siap Layani Lonjakan Pengunjung
-
Libur Natal dan Tahun Baru, Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan Tiga Hari!
-
WFA Akhir Tahun, Jurus Sakti Urai Macet atau Kebijakan Salah Sasaran?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat
-
Pesona Blok M: Dari Tempat Nongkrong Jadul ke Magnet Baru Jakarta Modern
-
Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur
-
Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit
-
Mekanisme Keberatan Jadi Instrumen Perlindungan Dalam Sengketa Merek dan Hak Cipta
-
Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya
-
Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo
-
Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi
-
Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh
-
Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas