Suara.com - Presiden Joko Widodo membahas penyebaran Islam yang damai dengan Wakil Presiden India Mohammad Hamin Ansari. Pembicaraan keduanya dilakukan saat Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Wakil Presiden India Mohammad Hamin Ansari di Kamar Kepresidenan, The Leela Palace Hotel, Senin (12/12/2016) sore.
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan kedua tokoh membahas mengenai masalah kerja sama untuk menyebarkan Islam yang damai dan "rahmatan lil 'alamin".
"Kebetulan Wakil Presiden India juga beragama Islam dan kalau kita lihat Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar, maka India adalah nomor dua karena 170 juta penduduk India adalah beragama Islam," kata Menlu Retno.
Pertemuan itu dilakukan setelah Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan PM India Narendra Modi di Hyderabad House dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke India.
Menteri Retno mengatakan beberapa isu-isu strategis yang dibahas dalam pertemuan dengan India yakni terkait peningkatan kerja sama di bidang ekonomi khususnya diversifikasi perdagangan dan menghilangkan hambatan-hambatan kerja sama perdagangan kedua negara.
"Yang kedua adalah keinginan Indonesia untuk memperkuat kerja sama di bidang investasi terutama di bidang industri bahan baku obat," katanya.
Hal lain yang juga dibahas yakni kerja sama di bidang sosial budaya yakni di bidang pendidikan dengan membentuk Indonesian Chair di universitas di India dan Indian Chair di universitas di Indonesia.
Dalam pertemuan itu, Presiden selain didampingi oleh Menlu Retno Marsudi juga didampingi Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Duta Besar Indonesia untuk India Rizal Wilmar Indrakesuma. (Antara)
Baca Juga: Indahnya Toleransi, Ronny: Sulut Jadi Teladan Bagi Indonesia
Tag
Berita Terkait
-
Musdah Mulia: Menjaga Perdamaian di Tengah Isu Berbalut Agama
-
Ridwan Kamil Sampaikan Putusan Buntut Kebaktian di Sabuga Distop
-
Kebaktian di Sabuga Distop Massa, DPR: Ini Kelengahan Aparat
-
Aher dan Kang Emil Mestinya Kompak Soal Kasus Ibadah di Sabuga
-
Ibadah di Sabuga Dihentikan Massa, Fahri Hamzah Bersuara
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir