Suara.com - Peneliti senior Human Rights Watch, Andreas Harsono, menilai terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kemungkinan kecil lolos dari jerat hukum. Sebab, kasusnya sudah masuk ke pengadilan.
"Di Indonesia saya nggak yakin Ahok nggak akan masuk penjara. Kemungkinan sangat kecil Ahok nggak masuk penjara," ujar Andreas dalam konferensi pers bertemakan 'Penyesatan Hukum dalam Kasus Kriminalisasi terhadap Ahok dengan Pasal Penodaan Agama' di Resto Tjikini Lima, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (18/12/2016).
"Selama opini publik belum bergeser, itu akan ada di dalam pikiran banyakan orang. Sangat kecil (Ahok tidak dipenjara)," Andreas menambahkan.
Walaupun menilai Ahok kecil untuk lolos dari jerat hukum, Andreas tak mengharapkan Gubernur Jakarta nonaktif tersebut dipenjara karena sempat mengutip surat Al Maidah ayat 51 saat melakukan kunjungan kerja di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.
"Tapi saya berharap penilaian saya yang salah. Saya meneliti agama dan iman sudah lama. Jadi kalau memurut saya ya begitu. Mudah-mudahan (penilaian) saya yang salah," kata dia.
Walaupun kemungkinan kecil Ahok untuk lolos, Andreas mengungkapkan ada terdakwa kasus dugaan penodaan agama yang di pengadilan dinyatakan tidak bersalah. Dia adalah Pastor Moses Alegesan yang pada tahun 2010 dinyatakan tak bersalah oleh majelis hakim di Medan, Sumatera Utara.
"Aada kasus pendeta nggak salah di Medan namanya Moses Alegesan. Dia dituduh menistai agama Hindu, namun dia dibebaskan," kata Andreas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban
-
Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar
-
Detik-Detik Sopir Taksi Green SM Selamat dari Maut Sebelum KRL Ditabrak Argo Bromo
-
AS Langgar Gencatan Senjata, Militer Iran Panaskan Mesin Siap untuk Perang Lagi
-
Teka-teki Sisa Tiner di Balik Kebakaran Maut Rumah Anggota BPK Haerul Saleh
-
Perang AS-Israel vs Iran Guncang ASEAN, Presiden Filipina Desak Negara Asia Tenggara Bersatu
-
Argentina Darurat Wabah Hantavirus, Puluhan Orang Terjangkit
-
Rektor UI Tegaskan Kampus Tak Boleh Asal Jalankan Program Makan Bergizi Gratis
-
9 Fakta Maut Erupsi Gunung Dukono: Pendakian Terlarang Berujung Tragedi