Suara.com - Yus Pane, satu-satunya pelaku yang belum tertangkap terkait pembunuhan sadis di rumah mewah milik Dodi Triono (59) di Jalan Pulomas Utara, Nomor 7A, Jakarta Timur, masih menjadi Daerah Pencarian Orang (DPO) oleh pihak kepolisian.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono. Dia mengatakan, peran masyarakat maupun informasi sangat penting untuk membantu polisi menangkap Yus Pane.
"Kami juga mengharapkan masyarakat jika ada yang melihat untuk menghubungi kantor polisi terdekat. Yang pertama, kami sudah perintahkan anggota bekerja untuk mencari DPO tersangka perampokan itu. Dan kedua, kita sudah menebarkan daftar pencarian orang," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (31/12/2016).
Yus Pane, diketahui yang menyimpan senjata api untuk komplotan Ramlan Butar-butar, melakukan aksinya terhadap keluarga Dodi Triono tersebut.
Dalam perkembangan, polisi baru menemukan senjata api yang dipakai dalam perampokan tersebut. Senjata api ditemukan dari rumah seorang penjual daun pisang bernama Ginon, di kawasan Tapos, Depok.
"Semua masih kami didalami di Polres Jakarta Timur. Untuk yang dititipin senjata api itu (Ginon)," ujar Argo.
Dalam kasus perampokan dan pembunuhan terhadap enam orang, polisi telah menangkap tiga pelaku, yakni Ramlan Butar-butar, Erwin Situmorang, dan Alfins Bernius Sinaga. Pelaku Ramlan telah tewas, terkena timah panas polisi karena hendak melawan saat ditangkap.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat