Suara.com - Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno, mendapatkan dukungan dari kelompok majelis taklim se-DKI Jakarta. Sebagian besar majelis taklim tersebut merupakan binaan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Lima tahun hati ini galau. Cukup sudah. InsyaAllah mulai hari ini kita bertekad, kita harus mempunyai pemimpin yang berakhlaqul karimah," kata Koordinator Majelis Taklim se-DKI Jakarta, Atifah Hasan dalam acara Tabligh Akbar di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Selatan, Minggu (29/1/2017).
Dia mengaku, dalam debat pertama yang digelar KPU DKI Jakarta pada 13 Januari 2017, dirinya terkesan dengan apa yang disampaikan Anies, yakni akan membangun Jakarta bukan saja dari fisiknya, tapi juga warganya dengan mengedepankan akhlak.
"Kalau penduduk DKI beriman, bertakwa pasti akan dibuka pintu keberkahan oleh Allah. InsyaAllah kita tidak akan salah pilih," ujar Atifah di depan ribuan anggota Majelis Taklim.
Dia mengibaratkan Anies-Sandiaga seperti buah mangga yang matang dan siap untuk dimakan. Katanya, dibanding buah mangga yang tidak terlalu matang, tentu saja dia akan memilih mangga yang matang.
"Emang pak Anies-Sandi manis. Tadi pas selfie senengnya minta ampun. Awas," kata Atifah.
Lebih lanjut, dirinya merasa miris melihat pendidikan di Jakarta. Kata dia, generasi muda di Jakarta sudah jauh dari kegiatan-kegiatan yang positif.
"Jangankan yang tidak sekolah, yang sekolah saja nongkrong di mall, di bilyard. Pak Anies, tolong nanti rancangkan kalau jadi gubernur. Amin. Tolong anak-anak di jalan-jalan, lampu merah, mereka yang seharusnya duduk bersimpuh waktu Magrib, malah joged di tanah lapang. Mungkin nanti bapak adakan tim pengawas," ujar Atifah.
Acara tersebut dihadiri ribuan ibu-ibu majelis taklim se-DKI Jakarta. Selain itu, hadir juga para petinggi Parta Keadilan Sejahtera, yakni Presiden PKS Sohibul Iman, Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid, Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandiaga Mardani Ali Sera dan Anies Baswedan sendiri.
Baca Juga: 5 Tips Jadi Pakar Pakai WhatsApp
Berita Terkait
-
Ini Tantangan Terbesar Relawan FBJ untuk Menangkan Anies-Sandi
-
Politicawave: Debat Kedua, Anies Paling Positif di Mata Netizen
-
Usai Debat, Anis: Pelayanan Publik Bukan Cuma KTP atau Perizinan
-
Anies Sebut Sistem Good Governance Pemprov DKI Sudah Usang
-
Anies Janji Bangun Banyak Sumur Resapan Guna Atasi Banjir
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok