Massa anti Ahok mulai berorasi dipelataran Gedung Kementerian Pertanian untuk mengawal sidang kedelapan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama(Ahok), selasa (31/1/2017).
Massa anti Ahok, berorasi mengenai rencana pengawalan pemanggilan terhadap Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, Juru Bicara FPI Munarman dan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI Bachtiar Nasir, di Polda Metro Jaya, Rabu (1/2/2017) besok.
Ketiga tokoh aksi demonstrasi 412 dan 212 lalu tersebut, dipanggil sebagai saksi dalam kasus makar dengan tersangka Sri Bintang Pamungkas.
"Kita sampaikan siap datang kawal ulama ke Polda Metro, kita kawal habib rizieq, Haji Munarman, Ustad Bachtiar Nasir, jangan lupa besok, kita jaga mereka," kata salah satu orator
"Siap, Allahu Akbar," kata para massa aksi.
Sementara itu anggota kepolisian terus melakukan penjagaan, dibalik kawat berduri yang dibentangkan di pelataran jalan depan gedung pertanian tersebut.
Sampai saat ini massa aksi anti Ahok terus berdatangan. Mereka terdiri dari berbagai organisasi masyarakat (ormas). Selain FPI dan GNPF MUI, ormas yang hadir antara lain, Gerakan Mahasiswa Pembebasan, Aliansi Pergerakan Islam, dan Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi)
Jaksa penuntut Umum (JPU) dijadwalkan akan menghadirkan lima saksi, dua saksi dari nelayan di Kepulauan Seribu, yaitu Zainudin alias Panel dan Saifudin alias Deni.
Baca Juga: Massa Anti Ahok Nyanyikan Lagu Indonesia Raya
Selanjutnya Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin dan Komisioner KPU DKI Jakarta, Dahlia Umar. Satu saksi lagi yaitu Ibnu Baskoro sebagai saksi pelapor
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
Anggaran Mitigasi Terbatas, BNPB Blak-blakan di DPR Andalkan Pinjaman Luar Negeri Rp949 Miliar
-
Berduka dari Abu Dhabi, Megawati Kenang Kesederhanaan Keluarga Jenderal Hoegeng dan Eyang Meri
-
KPK Panggil Eks Dirut Pertamina Elisa Massa Manik Terkait Kasus Jual Beli Gas PGN
-
Kolegium Dokter Harus Independen! MGBKI Kritik Kemenkes 'Kaburkan' Putusan Penting Ini
-
Wamensos Beberkan Rincian Bantuan Bencana Sumatra: Santunan Rp15 Juta hingga Modal Usaha Rp5 Juta
-
Kemensos Gelontorkan Rp13,7 Miliar Tangani Puluhan Bencana di Awal Tahun 2026
-
Kemensos Catat 37 Kejadian Bencana di Awal 2026, Banjir Masih Jadi Ancaman Utama
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi