Suara.com - Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta, Anies Baswedan, menggelar diskusi soal transportasi di Jakarta. Acara ini antara lain dihadiri oleh anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Moreno Soeprapto, beserta sejumlah pengemudi angkutan umum di Jakarta.
Dalam paparannya, Anies menawarkan 13 poin solusi permasalahan kemacetan di Jakarta. Yang pertama menurutnya, yaitu dengan mengintegrasikan seluruh angkutan umum di Jakarta hanya dengan satu kali bayar (seharga) Rp5.000.
"Misalnya, sekali jalan masyarakat hanya bayar Rp5 ribu, bisa naik Transjakarta, Kopaja, Metromini, dan angkutan umum (lain). Prinsipnya, transportasi terjangkau untuk seluruh warga Jakarta," kata Anies di Kafe Typologi, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2017).
Masih menurut Anies, solusi kedua yaitu dengan menyediakan sekolah pengemudi angkutan umum. Anies menilai bahwa hal ini penting, agar para pengemudi dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Menata transportasi tidak hanya dengan membangun infrastruktur, tetapi harus membangun SDA-nya," ujar Anies.
Solusi ketiga dari Anies adalah bekerjasama dengan PT KAI menata kawasan di sekitar stasiun. Kata Anies, layanan kereta yang baik saat ini tidak didukung fasilitas pejalan kaki, pesepeda dan angkutan pengumpan di sekitar stasiun, sehingga belum membuat nyaman pengguna angkutan umum dan warga sekitarnya.
Lalu solusi keempat, yaitu dengan menata dan membina pengemudi angkot dan ojek untuk meningkatkan aspek keselamatan. Pasangan cawagub Sandiaga Uno ini mengatakan bahwa saat ini Pemprov DKI Jakarta masih menganggap ojek sebagai angkutan ilegal. Padahal menurutnya, ojek sangat dibutuhkan masyarakat.
"Perlu ada kebijakan transisi mengatasi kesenjangan ini, mengingat 75 persen kasus kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor," ujar Anies pula.
Solusi kelima dari Anies adalah penyediaan fasilitas park and ride yang terjangkau, tertata, serta tersebar luas sepanjang jalur KRL, MRT dan Transjakarta, sehingga meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum.
Kemudian yang keenam, yaitu dengan mendukung kepolisian menerapkan penegakan hukum lalu lintas berbasis elektronik. Menurut dia, petugas kepolisian tidak harus di lapangan, tetapi masyarakat bisa tertib dan taat dengan aturan lalu lintas.
Selanjutnya solusi ketujuh, yaitu dengan menerapkan jalan berbayar berbasis elektronik. Anies menyebut, ini adalah program yang telah tertunda lama. Ia menyatakan akan membentuk badan pengawas independen, agar dananya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan angkutan umum.
Masih menurut Anies, yang kedelapan adalah mempercepat pembangunan MRT dan LRT, serta menata bangunan di sepanjang jalur dengan sistem Transit Oriented Development (TOD).
"TOD adalah memaksimalkan angkutan massal yang dilengkapi fasilitas pejalan kaki dan sepeda," kata Anies.
Lalu solusi kesembilan, meningkatkan tata kelola terminal dan simpul transportasi lain, agar memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat dalam melakukan perjalanan. Yang kesepuluh, menyediakan fasilitas pejalan kaki yang ramah iklim tropis, serta terintegrasi dengan stasiun KRL dan halte Transjakarta.
Solusi kesebelas dari Anies adalah dengan mendata, menata dan mengatur angkutan berbasis online, sehingga bersinergi dengan pemerintah dalam mengatasi kemacetan Jakarta.
"Kehadiran teknologi dalam sistem transportasi tidak terelakkan. Perlu ada aturan adil dan saling menguntungkan bagi kemaslahatan warga Jakarta," tutur Anies pula.
Berikutnya, solusi keduabelas yaitu mempercepat proses pembangunan Tol Lingkar Luar dan tidak membangun enam ruas tol dalam kota yang menambah kemacetan Jakarta.
"Terakhir, ketigabelas, menyiapkan masterplan transportasi yang lebih manusiawi dan adil untuk warga Jakarta," kata Anies.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
Terkini
-
Penuhi Panggilan KPK, Gus Alex Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji
-
KUHP Baru Mulai Berlaku: Tersangka Tak Lagi Ditampilkan, Pidana Restoratif Mulai Diterapkan
-
6 Fakta Dugaan Rekening Gendut Rp32 M Milik Istri Pejabat Kemenag, Padahal Status Cuma IRT
-
Dulu Tersangka, Kini Pelapor: Damai Hari Lubis dan Eggi Sudjana Laporkan Kuasa Hukum Roy Suryo
-
Terbongkar! Penyebab Utama Banjir Jakarta yang Tak Teratasi: 'Catchment Area' Sudah Mati?
-
Mengapa RJ Kasus Suami Bela Istri Baru Berhasil di Kejaksaan? Pengacara Beberkan Hambatannya
-
Kapolri Listyo Tolak Jadi Menteri Kepolisian, Pilih Jadi Petani Saja
-
Tata Cara Upacara Bendera di Sekolah Menurut SE Mendikdasmen No 4 Tahun 2026
-
Viral WNI Jadi Tentara AS dan Rusia, Pemerintah Telusuri Status Kewarganegaraannya
-
Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kementerian: Bisa Melemahkan Negara dan Presiden