Suara.com - Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI Bachtiar Nasir mengklaim aksi demo 4 November dan aksi 2 Desember 2016 lalu bukan bertujuan untuk makar. Hal itu disampaikan Bachtiar usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus pemufakafan makar.
"Aksi yang tidak menghendaki kerusuhan. Aksi yang tidak menghendaki menggulingkan kekuasaan. Aksi yang tidak memfasilitasi apa pun terkait penggulingan kekuasaan," kata Bachtiar di Polda Metro Jaya, Rabu (1/2/2017)
Dia juga tidak mengetahui dugaan para tersangka makar memanfaatkan aksi yang diinisiasi sejumlah ormas keagamaan yang tergabung dalam GNPF MUI. Dia pun menganggap apabila dirinya bersama tokoh GNPF MUI seperti Habib Rizieq Shihab dan Munarma ikut terlibat kegiatan makar, maka pasti menjelang aksi 2 Desember polisi turut menciduk mereka untuk di bawa ke Mako Brimob, Kepala Dua, Depok.
"Saya kira ini hak kepolisian untuk mencari informasi sedetil-detilnya. Tapi kalau kami dari awal terlibat pasti sudah ditarik juga ke Mako Brimob," kata dia.
Adanya pemeriksaan ini, polisi juga ingin mengklarifikasi terkait beberapa pertemuan yang dihadiri para tersangka makar. Bachtiar menyebut aksi 411 dan 212 adalah murni gerakan dari umat muslim untuk menuntut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diproses hukuk terkait kasus dugaan penodaan agama.
"Aksi ini adalah murni aksi unjuk rasa umat Islam soal penistaan agama," katanya.
Pemeriksaan Rizieq, Munarman dan Bachtiar selesai sekitar pukul 17.45 WIB. Mereka keluar dari ruang pemeriksaan secara bersamaan. Namun, Rizieq tidak mau berkomentar seputar pemeriksaan tersebut. Dia lebih memilih merapat ke massa pendemo yang berunjuk rasa di luar gedung Polda Metro Jaya.
Terkait kasus dugaan makar, polisi telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Mereka adalah Sri Bintang Pamungkas, mantan anggota staf ahli Panglima TNI Brigjen (Purn) Adityawarman Thaha, mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zein, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Bidang Ideologi Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo, Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana Firza Husein, serta tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz.
Baca Juga: Akui Bertemu Rachmawati, Rizieq Bantah Bahas Makar
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Curanmor di Perumahan Bekasi Terungkap, Polisi Sita NMax dan Korek Api Berbentuk Pistol
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi
-
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya
-
Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan
-
Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?