Tidak bisa dipungkiri, situasi Bangsa Indonesia, khususnya di Jakarta saat ini bisa dikatakan agak terganggu. Memanasnya suhu politik ibukota menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017 menimbulkan kekhawatiran sebagian masyarakat
Terakhir, perseteruan yang muncul antara Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Ma'ruf Amin kembali memanskan suasana. Perseteruan itu berawal dari ruang persidangan, dimana Ma'ruf yang menjadi saksi kasus dugaan penodaan agama pada saat itu dicecar habis-habisan oleh Ahok sebagai Terdakwa dan Tim Kuasa Hukumnya.
Atas suasana tersebut, Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono pun berharap agar Indonesia tidak terganggu.
"Semoga Bangsa Indonesia aman dan adil," kata SBY saat hadir dalam rapat konsolidasi Pilkada dengan kader Demokrat dan Partai Pendukungd Agus-Sylvi di Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/2/2017).
Seperti kita ketahui, akibat pernyataan dalam persidangan kedepalan tersebut, SBY langsung menanggapinya dengan membuat konferensi pers. SBY menuding bahwa pihak Ahok diduga menyadap dirinya, karena mengatakan komunikasi dirinya dengan Ma'ruf membahas pertemuan Agus-Sylvi dan juga untuk meminta dikelaurkannya fatwa tentang kasus Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Pelemparan Bom Molotov di Koja Terekam CCTV, Diduga Dilakukan 4 Orang
-
Tak Bisa Sembunyi! Polda Jabar Gandeng Meta Lacak Jejak Taufik Penyiksa Kekasih di Rancaekek
-
Bukan di Jalanan! Pengamat Sebut Pengerahan Siswa Batam Dukung MBG Justru Rusak Citra Program
-
Nadiem Sebut Pengadaan Chromebook Darurat Gegara Covid-19: Guru Teriak Minta Laptop
-
Sepakat! Selat Hormuz Dikelola Iran, Bentuk Jalur Komunikasi Darurat dengan AS
-
Mimpi Bebas Banjir! Akhirnya Pompa Rawa Buaya akan Dibangun Setelah Bertahun-tahun Diabaikan
-
Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai
-
Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas
-
Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek
-
Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian