Suara.com - Pendemo di kediaman mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggunakan 11 bus besar dan 2 kopaja. Mereka mengklaim sebagai mahasiswa.
Kasubbag Polres Jakarta Selatan Kompol Purwanta menjelaskan massa membawa spanduk bertuliskan 'Menolak Isu SARA Upaya Adu Domba Rakyat'. Ada spanduk bertuliskan 'Terapkan Nilai-nilai Pancasila kepada Pendidikan'.
Tidak hanya itu, massa juga membagikan selembaran yang isinya sama dengan spanduk-spanduk yang dibawa.
"Massa aksi datang menggunakan 11 Bus besar dan dua Kopaja. Mereka merupakan mahasiswa peserta Jambore Cibubur dan ada sekitar 500 orang," kata Purwanta dalam keterangan tertulis.
Kepolisian pun telah membubarkan massa secara paksa. Sebab, aksi unjuk rasa dilarang dilakukan di rumah seseorang.
"Pukul 14.45 WIB petugas minta massa untuk membubarkan diri. Massa telah bubar, enam bus ke arah Semanggi dan tujuh bus ke arah Jakarta Pusat. Situasi sudah kondusif," jelasnya.
Sementara situasi kediaman SBY di kawasan Mega Kuningan masih dijaga oleh aparat keamanan. Beberapa anggota Partai Demokrat juga ada di lokasi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan