Petugas Dinas Bina Marga dan Pengairan mengoperasikan alat berat untuk mengangkut sampah dan lumpur yang menumpuk di aliran sungai Ciliwung, di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Jumat (6/1). [suara.com/Oke Atmaja]
Curah hujan yang deras yang turun di bagian hulu dan tengah Sungai Ciliwung pada Rabu (15/2/2017) sore hingga mencapai level Siaga 2 mengakibatkan banjir yang menggenangi permukiman di bantaran Sungai Ciliwung di Jakarta sejak Kamis (16/2/2017) dini hari.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta tercatat banjir yang merendam permukiman bantaran Sungai Ciliwung dan sebagian Kali Cipinang mengakibatkan 7.788 jiwa atau 3.393 kepala keluarga kena dampak.
Artinya tempat tinggal mereka terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara 10 – 150 sentimeter. Daerah yang terendam banjir adalah di Jakarta Timur yang meliputi Kecamatan Ciracas (Kelurahan Cibubur dan Kelurahan Rambutan), Kecamatan Kramatjati (Kelurahan Cililitan dan Kelurahan Cawang), dan Kecamatan Jatinegara (Kelurahan Kampung Melayu dan Kelurahan Biadara Cina).
Daerah yang cukup parah terendam banjir hingga ketinggian 150 sentimeter adalah Kelurahan Cawang dengan 1.188 KK atau 3.896 jiwa terdampak banjir.
Di Kelurahan Kampung melayu juga terendam banjir hingga ketinggian 100 sentimeter dengan masyarakat yang terdampak 443 KK atau 1.456 jiwa.
Hingga saat ini belum ada laporan jumlah warga yang mengungsi.
Kepala BPBD Jakarta Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta Husein Murad meminta masyarakat untuk selalu waspada karena potensi hujan berintensitas tinggi masih berpeluang terjadi. Puncak hujan diperkirakan sampai akhir Februari mendatang.
"Curah hujan cukup besar sehingga air dari hulu itu banyak jadi yang kami sebut Katulampa tinggi itu. Hujan juga kami ada hujan nah ini menyebabkan aliran Ciliwung meluap sehingga wilayah yang di Ciliwung yang belum dinormalisasi seperti ini," kata Husein di Bukit Duri, Jakarta Selatan.
"Ya ini pinggir-pinggir sini, sebagian di Cawang, Bidara Cina juga belum, Kampung Melayu sebagian RW 8 belum, selain dari pada Kampung Pulo. Karena Kampung Melayu RW 1, 2, 3 itu Kampung Pulo (RT) 4, 5, 6 itu tanah rendah, nah namanya aja udah tanah rendah. Ya lumayan ada 80 sentimeter sampai semeter," Husein menambahkan.
Dia mengatakan apabila proyek normalisasi Ciliwung rampung, kemungkinan besar daerah di sekitarnya tak kena banjir lagi.
"Jadi kalau Ciliwung selesai dinormalisasi dipasang sheet pile semua, ini nggak kejadian begini," kata dia.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta tercatat banjir yang merendam permukiman bantaran Sungai Ciliwung dan sebagian Kali Cipinang mengakibatkan 7.788 jiwa atau 3.393 kepala keluarga kena dampak.
Artinya tempat tinggal mereka terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara 10 – 150 sentimeter. Daerah yang terendam banjir adalah di Jakarta Timur yang meliputi Kecamatan Ciracas (Kelurahan Cibubur dan Kelurahan Rambutan), Kecamatan Kramatjati (Kelurahan Cililitan dan Kelurahan Cawang), dan Kecamatan Jatinegara (Kelurahan Kampung Melayu dan Kelurahan Biadara Cina).
Daerah yang cukup parah terendam banjir hingga ketinggian 150 sentimeter adalah Kelurahan Cawang dengan 1.188 KK atau 3.896 jiwa terdampak banjir.
Di Kelurahan Kampung melayu juga terendam banjir hingga ketinggian 100 sentimeter dengan masyarakat yang terdampak 443 KK atau 1.456 jiwa.
Hingga saat ini belum ada laporan jumlah warga yang mengungsi.
Kepala BPBD Jakarta Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta Husein Murad meminta masyarakat untuk selalu waspada karena potensi hujan berintensitas tinggi masih berpeluang terjadi. Puncak hujan diperkirakan sampai akhir Februari mendatang.
"Curah hujan cukup besar sehingga air dari hulu itu banyak jadi yang kami sebut Katulampa tinggi itu. Hujan juga kami ada hujan nah ini menyebabkan aliran Ciliwung meluap sehingga wilayah yang di Ciliwung yang belum dinormalisasi seperti ini," kata Husein di Bukit Duri, Jakarta Selatan.
"Ya ini pinggir-pinggir sini, sebagian di Cawang, Bidara Cina juga belum, Kampung Melayu sebagian RW 8 belum, selain dari pada Kampung Pulo. Karena Kampung Melayu RW 1, 2, 3 itu Kampung Pulo (RT) 4, 5, 6 itu tanah rendah, nah namanya aja udah tanah rendah. Ya lumayan ada 80 sentimeter sampai semeter," Husein menambahkan.
Dia mengatakan apabila proyek normalisasi Ciliwung rampung, kemungkinan besar daerah di sekitarnya tak kena banjir lagi.
"Jadi kalau Ciliwung selesai dinormalisasi dipasang sheet pile semua, ini nggak kejadian begini," kata dia.
Komentar
Berita Terkait
-
Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 22 Januari
-
Antisipasi Banjir, Jakarta Selatan Siagakan Puluhan Pompa Air di Titik Rawan
-
Bukan Sekadar Genangan, Listrik Jadi Pembunuh Senyap Saat Banjir Jakarta
-
Banjir Jakarta Mulai Surut, BPBD Sebut Sisa Genangan di 3 RT
-
Update Banjir Jakarta: 11 RT Masih Terendam, Ketinggian Air di Bawah 50 Cm
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah
-
JATAM Ungkap 551 Izin Industri Ekstraktif Kepung Sumatra, Masuk Kawasan Rawan Bencana
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting
-
Mayat Pria Tanpa Identitas dengan Luka Lebam Mengapung di Kali Ciliwung, Korban Pembunuhan?
-
Presiden Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
-
MBG Selama Ramadan Dianggap Penting Agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi
-
Jejak Berdarah Pembunuh Sadis Rumania Berakhir di Bali, Diciduk Tim Gabungan di Kerobokan