- Pemprov DKI Jakarta menyiagakan 1.200 pompa untuk antisipasi banjir kiriman dan hujan ekstrem 264 mm per hari.
- Gubernur Pramono Anung menginstruksikan SDA siaga penuh karena curah hujan tinggi di wilayah hulu seperti Bogor.
- Persiapan pompa fokuskan pada area vital dan jalur logistik, termasuk Daan Mogot dan DI Panjaitan, sejak Minggu (8/3/2026).
Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiaga menghadapi potensi banjir kiriman dari daerah lain. Sebanyak 1.200 pompa disiapkan untuk mengantisipasi genangan air di sejumlah titik strategis.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menuturkan ancaman banjir ini ditambah dengan Jakarta sendiri yang diguyur hujan ekstrem dengan intensitas mencapai 264 mm per hari.
"Hari ini di Jakarta dan sekitarnya, curah hujan itu 264 mm per hari. Itu termasuk curah hujan yang sangat, sangat, sangat tinggi," kata Pramono, kepada wartawan, Minggu (8/3/2026).
Oleh sebab itu, Pramono menginstruksikan jajaran Sumber Daya Air (SDA) untuk bersiaga penuh menghadapi potensi banjir kiriman yang berpotensi datang dari wilayah sekitar.
"Sebagai informasi, karena di atas, baik itu di Bogor, di Tangerang, dan sebagainya, curah hujan juga tinggi, pasti akan ada air yang mengalir ke Jakarta," ucapnya.
Sebagai langkah preventif, Pemprov DKI Jakarta telah menyiagakan 1.200 unit mesin pompa di seluruh wilayah. Fokus utama adalah untuk memastikan area vital dan jalur logistik tetap berfungsi meski debit air dari hulu terus meningkat.
"Untuk itu, saya sudah meminta pada seluruh jajaran, kurang lebih 1.200 pompa dipersiapkan dan termasuk pompa portabel di beberapa daerah, salah satunya yang selalu jadi persoalan adalah di Daan Mogot dan di DI Panjaitan," ungkapnya.
Pompa-pompa statis maupun portabel itu terus dioperasikan di titik-titik yang mulai menunjukkan adanya kenaikan muka air atau genangan sejak semalam.
"Bahkan dari semalam sebenarnya beberapa spot sudah dilakukan pemompaan, dipompa," tambahnya.
Baca Juga: Banjir Jakarta Meluas: Cek Daftar 17 Rute Transjakarta yang Dialihkan dan Berhenti Operasi Hari Ini
Berita Terkait
-
Banjir Jakarta Meluas: Cek Daftar 17 Rute Transjakarta yang Dialihkan dan Berhenti Operasi Hari Ini
-
Hujan dan Angin Kencang, Satu Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Lenteng Agung
-
Hujan Guyur Jakarta Seharian, 39 RT dan 13 Ruas Jalan Terendam Banjir Hingga 1,5 Meter
-
Update Terkini Banjir Jakarta: 75 RT dan 19 Jalan Terendam, Ketinggian Air Capai 1,7 Meter
-
Tangerang Siaga Satu: Banjir 1,5 Meter Rendam 9 Kecamatan, Tanggul di Larangan Jebol!
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
BGN Diguncang Korupsi: Cukupkah Pergantian Pimpinan Selamatkan Program MBG?
-
Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan
-
Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.