TNI bersama dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) melakukan penjagaan di area bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Pesawat terbang yang membawa rombongan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al Saud, beserta delegasi dijadwalkan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta TImur, pukul 12.30 WIB.
Raja Salman akan dijemput langsung oleh Presiden Joko Widodo beserta menteri-menteri Kabinet Kerja.
Usai penyambutan di bandara, Presiden Jokowi akan meninggalkan lokasi lebih dulu agar dapat menyambut Raja Salman di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Raja Salman dan delegasi akan menyusul kemudian.
Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Indra Jafar mengatakan polisi sudah menyiapkan skenario lalu lintas untuk memprioritaskan iring-iringan Raja Salman.
"Polanya buka tutup. Kami tutup saat raja Arab melintas. Kami tidak mau ambil resiko karena banyak pembangunan infrastruktur jalan. Tapi sementara sifatnya. Kalau sudah lewat ya kami buka lagi," kata Indra di Polda Metro Jaya, Rabu (1/3/2/2017)
"Jam 12.30 mendarat di Halim. Jadi yang dilintasi itu Halim, Cawang, belok kiri, masuk tol terus. Di Bogor juga beberapa ruas jalan akan ditutup. Terus melingkari Kebun Raya masuk pintu yang biasa dilewati Presiden depan pengadilan negeri. Tapi kalau macet atau apa kami masukan lewat pintu lain," kata dia.
Indra memastikan iring-iringan kendaraan yang membawa Raja Salman dan rombongan akan mendapatkan pengawalan ekstra ketat.
"Kalau yang dekat raja Salman ada dua mobil dan enam motor. Pangeran-pangeran satu mobil enam motor," katanya.
Indra belum mengetahui secara pasti panjang iring-iringan dan berapa jumlah mobil yang akan membawa Raja Salman beserta rombongan.
"Kami belum dapat info. Tapi protapnya itu maksimal delapan mobil. Itu protap pengawalan VVIP. Jadi tidak boleh terlalu panjang," kata Indra.
Raja Arab beserta 1.500 orang, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran akan berada di Jakarta pada tanggal 1 hingga 3 Maret. Selama di Jakarta, Raja Salman akan menginap di Hotel Raffles di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Kemudian Raja Salman akan berlibur di Bali pada tanggal 4 hingga 9 Maret.
Agenda di Jakarta, antara lain bertemu Presiden Joko Widodo, pidato di DPR, dan berkunjung ke Masjid Istiqlal.
Kedatangan Raja Salman diharapkan banyak pihak dapat membawa angin segar buat investasi di negeri ini.
Raja Salman akan dijemput langsung oleh Presiden Joko Widodo beserta menteri-menteri Kabinet Kerja.
Usai penyambutan di bandara, Presiden Jokowi akan meninggalkan lokasi lebih dulu agar dapat menyambut Raja Salman di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Raja Salman dan delegasi akan menyusul kemudian.
Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Indra Jafar mengatakan polisi sudah menyiapkan skenario lalu lintas untuk memprioritaskan iring-iringan Raja Salman.
"Polanya buka tutup. Kami tutup saat raja Arab melintas. Kami tidak mau ambil resiko karena banyak pembangunan infrastruktur jalan. Tapi sementara sifatnya. Kalau sudah lewat ya kami buka lagi," kata Indra di Polda Metro Jaya, Rabu (1/3/2/2017)
"Jam 12.30 mendarat di Halim. Jadi yang dilintasi itu Halim, Cawang, belok kiri, masuk tol terus. Di Bogor juga beberapa ruas jalan akan ditutup. Terus melingkari Kebun Raya masuk pintu yang biasa dilewati Presiden depan pengadilan negeri. Tapi kalau macet atau apa kami masukan lewat pintu lain," kata dia.
Indra memastikan iring-iringan kendaraan yang membawa Raja Salman dan rombongan akan mendapatkan pengawalan ekstra ketat.
"Kalau yang dekat raja Salman ada dua mobil dan enam motor. Pangeran-pangeran satu mobil enam motor," katanya.
Indra belum mengetahui secara pasti panjang iring-iringan dan berapa jumlah mobil yang akan membawa Raja Salman beserta rombongan.
"Kami belum dapat info. Tapi protapnya itu maksimal delapan mobil. Itu protap pengawalan VVIP. Jadi tidak boleh terlalu panjang," kata Indra.
Raja Arab beserta 1.500 orang, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran akan berada di Jakarta pada tanggal 1 hingga 3 Maret. Selama di Jakarta, Raja Salman akan menginap di Hotel Raffles di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Kemudian Raja Salman akan berlibur di Bali pada tanggal 4 hingga 9 Maret.
Agenda di Jakarta, antara lain bertemu Presiden Joko Widodo, pidato di DPR, dan berkunjung ke Masjid Istiqlal.
Kedatangan Raja Salman diharapkan banyak pihak dapat membawa angin segar buat investasi di negeri ini.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Kasus Suap Bea Cukai Rp71 Miliar Masuk Pengadilan, Tiga Pejabat DJBC Segera Disidang
-
Prabowo Sebut NU Ada di Mana-mana: Kabinet Merah Putih Banyak NU, Tak Pernah Kalah
-
Deddy Sitorus Tantang Gibran Klarifikasi Dugaan Suap ke Pengurus BEM UBK
-
Kabar Gembira bagi Driver Ojol! Gojek-Grab Turunkan Potongan Jadi 8 Persen Mulai 1 Juli
-
Pasien JKN Rasakan Manfaat Radioterapi Canggih, Pelayanan Cepat dan Akses Semakin Mudah
-
KPK Dalami Peran PT Infinity di Kasus Suap Impor Bea Cukai, Diduga Serupa Blueray Cargo
-
Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
-
Bongkar Jejak Sadis Taufik Hidayat! Inafis Sita Bukti dari TKP Penyekapan 3 Tahun YTR di Kontrakan
-
Pengerahan Siswa untuk Dukung MBG Dinilai Keliru, Bisa Jadi Bumerang bagi Pemerintah
-
Kasus Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Sebut Ada Kekerasan Berbasis Gender yang Ekstrem