Suara.com - Peredaran narkotika dan obat berbahaya di Provinsi Sulawesi Barat dinilai sudah memprihatinkan, mengingat sekitar 17 persen dari penduduk Sulbar sebanyak 1,5 juta jiwa teridentifikasi sebagai pengguna narkoba.
"Peredaran narkoba di Indonesia, khususnya di Sulbar saat ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah karena sesuai data dari pusat, penduduk Sulbar saat ini sudah teridentifikasi 17 persen menjadi pengguna narkoba," kata Pejabat Gubernur Sulbar Carlo Brix Tewu, di Mamuju, Jumat (3/3/2017).
Ia mengatakan, tingginya pengguna narkoba di Sulbar merupakan tantangan bagi semua stakeholder terutama bagi pemerintah daerah.
"Dengan adanya penguatan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulbar semua permasalahan yang ada saat ini pasti dapat teratasi dengan baik, sehingga diperlukan sinergitas bagi semua stakeholder, bekerjasama pada setiap program pemerintah dalam mencegah penyebaran narkoba di Sulbar," ujarnya.
Carlo juga menyampaikan, secara teknis BNNP Sulbar akan bekerjasama dengan Kepolisian Daerah Sulbar dalam membuat program pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Sulbar, dan untuk program tersebut Pemprov Sulbar juga akan mendukung penuh.
"Salah satu program utama yang akan diterapkan adalah melakukan sosialisasi kepada para kepala sekolah, dan guru-guru SMP/SMA sederajat untuk pencegahan dan pemberantasan narkoba di Sulbar. Pemerintah daerah bersama dengan BNNP Sulbar dan Polda Sulbar akan bekerjasama menekan pengguna dan pemakai narkoba agar tidak terus bertambah," kata dia pula.
"Keterlibatan masyarakat agar tidak terlibat penyalahgunaan narkoba juga sangat penting, dengan menjaga semangat kerja, karena melalui semangat, bisa berkolaborasi dan semua hambatan bisa teratasi dengan baik," pungkas Carlo. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?