Suara.com - Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan berencana membeli insinerator atau mesin pemusnah barang bukti narkoba dari hasil proses lelang dari aset-aset yang berkaitan dengan kasus peredaran narkoba.
"Jadi kalau ada aset-aset yang bisa kami sita, harta negara, terus dikompensasi untuk kepentingan narkoba alangkah baiknya. Saya ingin punya juga nih alat-alat penghancur barang bukti ini, kami kan belum punya," kata Iriawan usai menggelar pemusnahan barang bukti narkoba di Polda Metro Jaya, Kamis (2/3/2017).
Dalam kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba yang diungkap selama 2 bulan, Januari hingga Februari 2017, polisi meminjam mesin insinerator Badan Narkotika Nasional (BNN).
"Ini punya BNN. Alangkah baiknya kalau kami punya. Masa Polda Metro tidak punya sebesar ini," kata dia.
Kata Iriawan harga mesin pemusnah barang bukti narkoba tersebut cukup mahal hampir sekitar Rp5 miliar. Dari upaya perampasan aset yang berkaitan dengan kasus narkoba bisa membeli mesin pemusnah tersebut.
"Asetnya bisa dikompensasikan untuk menangani kasus narkoba kembali. Ya kami kalau bisa kenapa nggak kita lakukan? Seperti ini, berapa harga ini, Rp5 miliar, kami nggak mampu beli ini gitu," katanya.
Hasil lelang dari aset bergerak dan tidak bergerak tersebut juga bisa digunakan sebagai dana operasional penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dalam hal memberantas peredaran narkoba. Dia pun menjamin akan transparan mengelola dana dari hasil pelelangan aset-aset yang disita polisi.
"Kan keuangannya jelas penggunaannya. Kan ada Perwabkunya (Pertanggungjawaban Keuangan) itu uang negara. Kalau korupsi ya kami tindaklanjuti, nggak mungkin lah. Uangnya kan masuk ke negara, jadi untuk beli apa jelas, beli ini ada keluar berapa, ada Perwabkunya. Kalau saya senangnya bisa beli ini, bisa kami manfaatkannya. Jadi kami tidak usah minjem BNN. Ini penting untuk dimusnahkan, barang diapikan di sini," katanya.
Iriawan mengaku adanya rencana pembelian mesin pemusnah narkoba itu karena anggaran yang dimiliki Polda Metro Jaya tak cukup untuk menunjang operasional polisi seperti kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba.
Baca Juga: Musnahkan Narkoba, Kapolda Singgung Keberanian Presiden Duterte
"Kurang, tapi kadang-kadang mengajukan kepada kami dana-dana yang masih ada, dana persiapan, dana kondensi, dana Samsat, kalau tidak masuk dalam Dipa bisa kita lakukan. Tapi, tetap masih kurang. Karena narkoba itu never ending, tak ada akhirnya," katanya.
Terkait keinginan untuk bisa memiliki mesin insinerator itu, dirinya telah memerintahkan Dirnarkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nico Afinta agar penyidik bisa berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan terkait hasil lelang sitaan aset dalam kasus narkoba yang telah diputus oleh pengadilan.
"Setelah ini saya perintahkan Pak Dirnarkoba, tadi ada Aspidum juga untuk mengkomunikasikan, tinggal mencontoh saja BNN. Pakai MoU, jadi saya rasa tidak terlalu sulit," kata dia
Hari ini, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya memusnahkan barang bukti dari sejumlah kasus narkoba yang diungkap selama kurun waktu dua bulan kemarin. Barang bukti yang dimusnahkan yakni narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 177 kilogram, 228.978 butir ekstasi. Barang bukti narkoba lainnya diantaranya yakni 22.360 butir pil happy five, 9, 77 kilogram tembakau Gorilla, 2,057 kilogram ganja, 15 kilogram bahan ekstasi dan sebanyak 350 kilogram bahan dasar tembakau Gorilla turut dimusnahkan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali