Suara.com - Seorang pengusaha jasa titip buang barang bekas rumah tangga di Kota Bekasi, Jawa Barat, nyaris dikeroyok massa karena membuang sampahnya di saluran air kawasan banjir, Selasa (21/3/2017).
"Pengusaha itu bernama Acep (50), yang biasanya berprofesi sebagai pengepul barang bekas. Tapi karena sedang sepi, dia menerima titipan sampah untuk dibuang dengan diberi imbalan," kata Kanit Pembinaan Masyarakat Polsek Bekasi Selatan Iptu Puji Astuti, seperti dilansir Antara.
Menurut dia, Acep tepergok warga Kelurahan Jakamulya, Kecamatan Bekasi Selatan, saat hendak membuang sampah jenis kasur pegas dan pakaian bekas ke saluran air lingkungan sekitar.
Ulah Acep itu membuat warga sekitar emosi, sebab saluran air Kelurahan Jakamulya kerap meluap dan menggenangi rumah warga sekitar saat terjadi hujan lebat.
Warga menuding, Acep telah berkontribusi menghambat laju air menuju lokasi pembuangan di kawasan Cikunir.
Tanpa dikomandaoi, warga bergegas mengamankan Acep dan nyaris melakukan pengeroyokan. Namun, aksi main hakim sendiri itu dapat diredam saat petugas polisi datang menghampiri kerumunan warga.
Puji mengatakan, Acep yang tinggal di Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan ini mengaku disuruh warga membuang sampah tersebut dengan imbalan Rp50 ribu.
"Masalah ini sudah kita selesaikan dengan cara kekeluargaan," katanya.
Baca Juga: Mereka yang Menyabung Nyawa Demi Menimba Ilmu
Puji mengatakan, dalam penyelesaian persoalan itu, Acep diminta untuk menandatangani kesepakatan dengan warga untuk tidak mengulangi perbuatannya membuang sampah sembarangan.
"Acep sudah sepakat tidak lagi mau mengulangi perbuatannya," kata Puji.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal
-
50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS
-
Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab
-
Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi
-
Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM
-
Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya
-
Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden