Ilustrasi KPU [suara.com/Adrian Mahakam]
Partai-partai pendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta periode 2017-2022 mengerahkan mesin politik untuk memenangkan pilkada putaran kedua yang akan diselenggarakan pada 19 April 2017.
Partai menginstruksikan anggota DPRD di seluruh Nusantara untuk ke Jakarta sampai 19 April untuk membantu kampanye.
DPP PDI Perjuangan telah menginstruksikan semua kader lewat surat edaran bernomor 2654IN/DPP/III/2017 tertanggal 16 Maret 2017 yang ditandatangani Ketua DPP PDI Perjuangan Bambang D. H. dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto.
Dalam surat edaran memerintahkan pimpinan dan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD seluruh kabupaten, kota, dan provinsi ke Jakarta membantu pemenangan Ahok dan Djarot. Jika menolak instruksi ini, mereka akan mendapatkan sanksi.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Gembong Warsono belum melihat langsung surat edaran tersebut. Tapi, dia mengakui kalau untuk memenangkan Ahok dan Djarot membutuhkan gotong royong.
"Saya belum lihat surat edaran itu. Yang saya lihat ini bicara masalah DKI Jakarta ada semangat kebersamaan yang tumbuh dari kader PDIP seluruh Indonesia," kata Gembong, Rabu (22/3/2017).
Gembong mengatakan Jakarta merupakan miniatur negara Indonesia.
"Ini kan saya yang dibantuin DKI Jakarta. Saya melihatnya semangat gotong royong yang tumbuh dari PDIP," ujar Gembong.
Terkait sanksi bagi kader PDI Perjuangan yang tidak mau menaati instruksi, Gembong mengatakan tentu saja karena partai memiliki aturan.
"Kita bicara aturan partai. Begitu partai menginstruksikan sesuatu ketika dilanggar kadernya sudah pasti ada sanksi. Tapi tanpa ada instruksi itu pun kader kita di daerah membantu Jakarta untuk memenangkan pilkada," kata Gembong.
Partai menginstruksikan anggota DPRD di seluruh Nusantara untuk ke Jakarta sampai 19 April untuk membantu kampanye.
DPP PDI Perjuangan telah menginstruksikan semua kader lewat surat edaran bernomor 2654IN/DPP/III/2017 tertanggal 16 Maret 2017 yang ditandatangani Ketua DPP PDI Perjuangan Bambang D. H. dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto.
Dalam surat edaran memerintahkan pimpinan dan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD seluruh kabupaten, kota, dan provinsi ke Jakarta membantu pemenangan Ahok dan Djarot. Jika menolak instruksi ini, mereka akan mendapatkan sanksi.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Gembong Warsono belum melihat langsung surat edaran tersebut. Tapi, dia mengakui kalau untuk memenangkan Ahok dan Djarot membutuhkan gotong royong.
"Saya belum lihat surat edaran itu. Yang saya lihat ini bicara masalah DKI Jakarta ada semangat kebersamaan yang tumbuh dari kader PDIP seluruh Indonesia," kata Gembong, Rabu (22/3/2017).
Gembong mengatakan Jakarta merupakan miniatur negara Indonesia.
"Ini kan saya yang dibantuin DKI Jakarta. Saya melihatnya semangat gotong royong yang tumbuh dari PDIP," ujar Gembong.
Terkait sanksi bagi kader PDI Perjuangan yang tidak mau menaati instruksi, Gembong mengatakan tentu saja karena partai memiliki aturan.
"Kita bicara aturan partai. Begitu partai menginstruksikan sesuatu ketika dilanggar kadernya sudah pasti ada sanksi. Tapi tanpa ada instruksi itu pun kader kita di daerah membantu Jakarta untuk memenangkan pilkada," kata Gembong.
Partai pengusung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno juga menginstruksikan anggota DPRD di seluruh Indonesia untuk ikut berjuang.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?
-
Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan
-
Tim RIDO Laporkan KPU ke DKPP dan Minta Pemungutan Suara Ulang, Anies: No Comment!
-
Pilkada DKI: El Rumi Pilih Dharma-Kun, Soroti Masalah Kabel Listrik
-
Cak Lontong 'Ronda' Amankan Suara Pramono-Rano di Masa Tenang Pilkada
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
Terkini
-
Menkes Minta Percepatan Perbaikan Rumah Nakes Terdampak Bencana di Sumatra: Biar Bisa Kerja Normal
-
Tak Hanya PDIP, Komisi II DPR Klaim Bakal Tampung Usulan Golkar hingga Gerindra Soal Model Pilkada
-
Ketua Komisi II DPR: Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN adalah Pesan 'No Point to Return'
-
Tangerang 'Lumpuh' Diterjang Banjir: 50 Ribu Jiwa Terdampak, Kosambi Paling Parah
-
Kasus Dugaan Penipuan Akademi Crypto Masuk Tahap Pemeriksaan, Korban Klaim Rugi Rp3 Miliar
-
PDIP Pilih Jadi 'Penyeimbang': Strategi Cerdas atau Sekadar Oposisi Abu-Abu?
-
Viral Video Tawuran di Rel Kereta Pekojan Disebut Pakai Senpi, Polisi: Video Lama!
-
Gaya Gibran Curi Perhatian, Makna Tas Noken yang Melingkar di Lehernya Saat Tiba di Papua
-
BPBD DKI Gelontorkan Bantuan Logistik Rp575 Juta bagi Ribuan Pengungsi Banjir di Jakarta Utara
-
Adu Jotos Pedagang Cilok di Kembangan, Korban Alami Luka Parah dan Dilarikan ke RSUD Cengkareng