Suara.com - Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Kartu Jakarta Pintar (KJP) tidak akan cukup untuk mengubah nasib warga Jakarta bila tidak disertai dengan perbaikan kualitas pendidikan.
"Kualitas pendidikan di Jakarta akan berubah. Dengan pendidikan yang lebih baik, warga Jakarta akan lebih sejahtera," kata Anies saat menyampaikan pidato kebangsaan bertema "Persatuan Indonesia" di Jakarta, Senin.
Anies mengatakan peningkatan kualitas pendidikan menjadi penting daripada hanya sekadar membagikan KJP agar anak-anak di Jakarta bisa bersekolah.
Karena itu, pemerintah harus menyiapkan pendidikan yang berkualitas hingga tuntas bagi setiap anak di Jakarta agar menjadi eskalator kesejahteraan bagi warga ibu kota.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jakarta, Anies mengatakan pendidikan karakter menjadi prioritas utamanya dalam membangun Jakarta bila dirinya terpilih pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.
"Yang tidak kalah penting adalah pendidikan yang menumbuhkan karakter dan akhlak. Jakarta akan menjadi kota yang beradab bila ada komponen pendidikan karakter," tuturnya.
Putaran kedua Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 diikuti dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, yaitu Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok adalah terdakwa dalam kasus penodaan agama yang sidangnya tengah berlabgsung di Jakarta dan mendapat ancaman hukuman 5 tahun penjara. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi
-
Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet
-
Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing
-
Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!
-
Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan
-
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN