Suara.com - Anak Presiden Kedua Soeharto, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto menilai tuduhan makar terhadap Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Muhammad Al Khaththath hanya direkayasa. Dia tak percaya Khaththath akan menggulingkan Presiden Joko Widodo.
Terlebih polisi mengungkap dana untuk makar sebesar Rp3 miliar. Menurutnya duit itu kurang cukup.
"Itu mengada-ngada, semua dituduh makar," kata Titiek sebelum rapat paripurna DPR, di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/4/2017).
"Masa negara ini bisa dimakarin dengan Rp 3 miliar, kan merendahkan negara ini banget, ini negara ecek-ecek banget," ujar Wakil ketua Komisi IV DPR itu.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menyatakan Khaththath dan kawan-kawan berencana menggulingkan pemerintahan yang sah usai pencoblosan pilkada DKI Jakarta 2017. Menurut dia, aksi 313 itu merupakan bagian dari pemanasan.
Khaththath dan empat rekannya ditengarai telah menyusun aksi yang diduga makar, dalam pertemuan di dua lokasi berbeda. Yaitu di Menteng, Jakarta Pusat dan Kalibata, Jakarta Selatan, sebelum aksi pada Jumat (31/3/2017).
Mereka dalam pertemuan tersebut, berencana akan mengumpulkan massa serentak di lima kota.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
Anggaran Mitigasi Terbatas, BNPB Blak-blakan di DPR Andalkan Pinjaman Luar Negeri Rp949 Miliar
-
Berduka dari Abu Dhabi, Megawati Kenang Kesederhanaan Keluarga Jenderal Hoegeng dan Eyang Meri
-
KPK Panggil Eks Dirut Pertamina Elisa Massa Manik Terkait Kasus Jual Beli Gas PGN
-
Kolegium Dokter Harus Independen! MGBKI Kritik Kemenkes 'Kaburkan' Putusan Penting Ini
-
Wamensos Beberkan Rincian Bantuan Bencana Sumatra: Santunan Rp15 Juta hingga Modal Usaha Rp5 Juta
-
Kemensos Gelontorkan Rp13,7 Miliar Tangani Puluhan Bencana di Awal Tahun 2026
-
Kemensos Catat 37 Kejadian Bencana di Awal 2026, Banjir Masih Jadi Ancaman Utama
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi