Suara.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menyatakan identifikasi forensik kepada 6 terduga teroris yang ditembak mati saat kontak senjata di Desa Beji, Kabupaten Tuban, Sabtu (8/4/2017) akan menunggu data pembanding dari pihak keluarga.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menerima data primer dan sekunder dan telah dilakukan pemeriksaan sejak Sabtu (8/4/2017) malam pukul 22.00 WIB sampai dengan tadi pagi dibantu Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
"Data primer dan sekunder ini harus dicocokkan dengan pembanding. Kita sudah mendapat semua data primer dan sekundernya dari TKP di Tuban. Tapi data pembanding inilah yang kita tunggu untuk melegalisasi akuntabilitas dan identifkasi," kata Frans di RS Bhayangkara Polda Jatim Surabaya, Minggu (9/4/2017).
Setelah data pembanding didapat, nantinya Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan merilis sesuai identifikasi yang sudah betul-betul faktual sesuai data pembanding dari pihak keluarga. Polda Jatim sudah menghubungi Polda Jawa Tengah untuk mengundang pihak keluarga terduga teroris untuk diambil data contoh pembanding ini dan dicocokkan ke data primer dan sekunder.
"Kami sudah memiliki data untuk menindaklanjuti hal-hal yang mengenai eskalasi di lapangan," tuturnya.
Kemarin, petugas gabungan dari Polres Tuban, Brigadir Mobil (Brimob) dan TNi menembak mati terduga teroris saat kontak senjata pukul 17.00 WIB di Tuban.
Terduga teroris sempat menembak salah anggota Satlantas Polres Tuban saat mobilnya dihentikan petugas kepolisian di jalur Tuban arah Semarang, di Desa Beji, Kabupaten Tuban saat dilakukan kegiatan pengamanan pascapenangkapan teroris di Lamongan, Jawa Timur, Jumat (7/4/2017). (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard