Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta untuk segera bekerja dalam pengusutan masalah bagi-bagi sembako yang terjadi menjelang pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 yang digelarl, besok, Kamis (18/4/2017).
"Itu tinggal Bawaslu lihat di mana ininya (pelanggarannya)," kata Andreas di DPR, Jakarta, Selasa (18/4/2017).
Dia mengakui, PDI Perjuangan memiliki agenda bagi-bagi sembako beberapa waktu belakangan ini. Namun, Andreas meyakini, bagi-bagi sembako tersebut tidak menyalahi aturan atau termasuk money politic. Sebab, katanya, yang dilakukan PDI Perjuangan adalah menggelar pasar murah.
"Apa yang dilakukan PDI Perjuangan adalah ya kita bukan bagi sembako gratis, tapi ini ya kebutuhan warga dengan harga yang terjangkau oleh warga. Artinya itu kan dibeli dengan harga yang lebih murah dan dalam proses ini kan hal yang biasa, pasar murah dan itu terbuka kok," kata dia.
Anggota Komisi I DPR ini juga memberikan klarifikasi terkait adanya rumah dinas Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, di Kalibata, Jakarta, yang dijadikan gudang logistik.
Awalnya, rumah tersebut dikatakan menampung sembako yang akan dibagikan kepada warga jelang pencoblosan. Andreas membantah tudingan tersebut dan mengatakan sembako yang ada bukan untuk digunakan sebagai upaya 'money politic'.
"Jadi kan besok, saksi-saksi ini dikasih makanan dan mereka ada beberapa titik, jadi saksi ini nanti dikirim makanan, dan mereka nggak cari makan di luar, jadi ini kan kaya gudang logistik, tempatku juga dipakai buat tempat itu," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi