Suara.com - Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan model pendidikan yang tepat untuk anak generasi abad 21. Anies menerangkan teori soal itu di seminar 'Peningkatan Moral, Keberdayaan Ekonomi dan Kepedulian Sosial untuk Kejayaan Ummat' di Gedung Serba Guna Asrama Haji Pondok Gede, Pinang Ranti, Makassar, Jakarta Timur, Kamis (4/5/2017).
Seminar tersebut dihadiri oleh ratusan peserta Badan Kontak Majelis Taklim se-Indonesia.
"Apa yang dibutuhkan untuk anak kita di abad 21? Pertama adalah kualitas karakter. Kedua literasi dasar. Dan ketiga kompetensi," kata Anies.
Calon gubernur terpilih ini menerangkan, ketiga hal tersebut adalah hasil laporan World Economic Forum (forum ekonomi dunia) pada Maret tahun 2016. Melalui seminar ini, Anies berharap peserta yang mayoritas adalah ibu-ibu dapat mendidik anak-anaknya sesuai dengan tantangan masa depan.
"Kita seringkali ketika mendidik anak, menyiapkan anak, yang kita tengok adalah diri kita dan pengalaman kita dididik di masa lalu. Seperti kompetensi kritis. Kalau anak kritis dimatikan, kita sebenarnya menyiapkan anak gagal di masa depan," kata Anies.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu