Suara.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meminta kepada para pendukungnya untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai hasutan yang beredar di media sosial jika dirinya terpilih sebagai calon Gubernur Jawa Barat 2018.
"Jangan ikut 'Black Campaign'. Kita buktikan Pilkada di Jabar bisa beradab. Kuncinya satu orang Sunda tidak mudah terprovokasi," kata Ridwan Kamil saat menghadiri deklarasi dukungan komunitas Buah Batu Corps (BBC) Skills di Bandung, Minggu (21/5/2017).
Lelaki yang akrab disapa Emil ini berharap, para pendukungnya lebih mengedepankan kampaye yang elegan seperti penyampaian visi misi serta terkait keberhasilannya dalam membangun Kota Bandung.
"Kalau betul akan ada deklarasi dukungan pakai akal sehat, bukan asal dukung. Sampaikan saya punya prestasi, visi, dan kredibiltas. Jadi menang dengan akhlak dan dengan ilmiah," kata dia.
Emil menjelaskan, saat pertarungan memperebutkan kursi Jabar 1, ia tidak ingin menang dengan menghalalkan segala cara. Apalagi menurutnya, serangan provokasi banyak dilakukan di media sosial.
"Makanya sama minta kepada pendukung, agar mendukung dengan membuat tim siber untuk memerangi provokasi," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Diduga Terima Jatah Uang Apresiasi Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditahan KPK
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura
-
Refleksi Aksi Kamisan ke-896: Masalah Bangsa Tak Bisa Dijawab dengan Joget Gemoy!
-
Siapkan Payung Saat Ramadan, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Berlanjut di Sebagian Besar Indonesia
-
Kemenkes Minta Jangan Lagi Ributkan BPJS PBI: RS Harus Tetap Layani Pasien
-
Kemenko Kumham Imipas Sebut Perlu Sinkronisasi Regulasi dalam Penyelesaian Overstaying Tahanan
-
7 Fakta Bencana Tanah Bergerak di Tegal, 804 Warga Mengungsi
-
Pakar Teknik Ingatkan Program Gentengisasi Prabowo Tak Bisa Dipukul Rata
-
Pemanasan Global Ubah Cara Atmosfer Mengurai Gas Rumah Kaca: Apa Dampaknya?
-
Respons Kritik soal Pengangkatan jadi Hakim MK, Adies Kadir: Bisa Tanya ke DPR