Suara.com - Presiden Joko Widodo menyambut kedatangan Kepala Negara Swedia, Raja Carl XVI Gustaf, beserta Ratu Silvia, di Istana Kepresiden Bogor, Jawa Barat, Senin (22/5/2017), pukul 11.15 WIB.
Tamu kenegaraan diarak dari depan pintu gerbang menuju pelataran Istana dengan pengawalan pasukan pengamanan Presiden yang menunggang kuda dan sebagian pasukan mengenakan pakaian tradisional.
Peristiwa menarik perhatian terjadi ketika mobil Kepresidenan yang membawa Raja dan Ratu Swedia menuju pelataran Istana. Tiba-tiba, puluhan rusa berlarian, melintas jalur.
Pemandangan tersebut tidak sampai mengganggu perjalanan, sebaiknya menjadi hiburan tersendiri.
Tak lama kemudian, mobil sampai di depan Istana. Raja dan Ratu Swedia turun dan langsung disambut Jokowi dan Ibu Negara Iriana.
Yang menarik lagi, busana yang dikenakan Presiden dan Ibu Negara.
Jokowi tak seperti biasanya ketika menyambut tamu-tamu negara yang. Biasanya dia mengenakan busana formal sekali, jas dan dasi. Tapi kali ini, Jokowi mengenakan pakaian nasional, peci hitam, kemeja putih, dan beskap dengan kain songket di pinggang. Sedangkan Iriana mengenakan kebaya bercorak batik warna merah dengan mengenakan selendang.
Usai ramah tamah, acara dilanjutkan dengan upacara kenegaraan. Lagu kebangsaan kedua negara dikumandangkan dengan diiringi 20 dentuman meriam.
Setelah itu, Jokowi berdampingan dengan Raja Gustaf memeriksa pasukan.
Prosesi berikutnya, Raja dan Ratu Swedia mengisi buku tamu dengan didampingi Presiden dan Ibu Negara.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!