Ketum Golkar Setya Novanto di Rapimnas Golkar, (22/5). (Suara.com/Bagus Santosa)
Pembahasan revisi Undang-Undang Anti Terorisme di tingkat panitia kerja DPR sampai sekarang belum rampung. Debat alot masih berlangsung.
Ketua DPR dari Partai Golkar Setya Novanto mengatakan semangat perdebatan yang terjadi yaitu untuk melahirkan undang-undang yang berkualitas sehingga terorisme bisa dihilangkan dari Tanah Air.
"Ya ini kan masih dibahas di panja dan ini tentu, antara pemerintah dan DPR tetap kami konsentrasi dan saya jalan terus lakukan koordinasi," kata Novanto di DPR, Jakarta, Selasa (30/5/ 2017).
Novanto mengapresiasi keinginan Presiden Joko Widodo mendorong dan memberikan masukan-masukan dalam pemberantasan terorisme.
DPR, kata Novanto, akan terus melakukan koordinasi dengan lembaga dan kementerian terkait penanganan terorisme.
"Masalah terorisme ini memang harus kita lakukan karena antara pemerintah dengan DPR mempunyai niat bersama harus betul-betul ingin menghapuskan terorisme karena mengancam daripada NKRI," ujar Novanto.
Novanto berjanji pembahasan revisi UU Anti Terorisme segera selesai.
"Pihak komisi I dan II terus juga bekerja keras melakukan langkah-langkah dan juga masukan-masukan dari pihak lain supaya dalam masalah ini bisa selesai, sehingga nanti apabila UU ini sudah tercapai tidak lagi ada gugatan-gugatan dan tidak ada tekanan-tekanan di Mahkamah Konstitusi," kata Novanto.
Ketua DPR dari Partai Golkar Setya Novanto mengatakan semangat perdebatan yang terjadi yaitu untuk melahirkan undang-undang yang berkualitas sehingga terorisme bisa dihilangkan dari Tanah Air.
"Ya ini kan masih dibahas di panja dan ini tentu, antara pemerintah dan DPR tetap kami konsentrasi dan saya jalan terus lakukan koordinasi," kata Novanto di DPR, Jakarta, Selasa (30/5/ 2017).
Novanto mengapresiasi keinginan Presiden Joko Widodo mendorong dan memberikan masukan-masukan dalam pemberantasan terorisme.
DPR, kata Novanto, akan terus melakukan koordinasi dengan lembaga dan kementerian terkait penanganan terorisme.
"Masalah terorisme ini memang harus kita lakukan karena antara pemerintah dengan DPR mempunyai niat bersama harus betul-betul ingin menghapuskan terorisme karena mengancam daripada NKRI," ujar Novanto.
Novanto berjanji pembahasan revisi UU Anti Terorisme segera selesai.
"Pihak komisi I dan II terus juga bekerja keras melakukan langkah-langkah dan juga masukan-masukan dari pihak lain supaya dalam masalah ini bisa selesai, sehingga nanti apabila UU ini sudah tercapai tidak lagi ada gugatan-gugatan dan tidak ada tekanan-tekanan di Mahkamah Konstitusi," kata Novanto.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng
-
Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana
-
Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur
-
'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'
-
Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi
-
Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!
-
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Mensos Siapkan Skema Bantuan Khusus Bagi Ahli Waris
-
Buka-bukaan Anak Riza Chalid: Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang 3 Hari
-
Indonesia Protes Keras Gugurnya Pasukan UNIFIL, Tuntut Investigasi Menyeluruh Atas Serangan Israel
-
Fakta Baru Kasus Andrie Yunus Terungkap di DPR, Berkas Sudah Dilimpahkan ke Puspom TNI