Suasana Masjid terbesar se-Asia Tenggara, Istiqlal di Jakarta dijaga ketat pasukan TNI dan Polisi Indonesia (Polri). (suara.com/Welly Hidayat)
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan penyidik masih mendalami motif Iyus Rusmana yang diduga mengancam meledakkan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Iyus telah diamankan karena diduga meneror dengan ancaman bom lewat aplikasi pesan singkat.
"Tugas kepolisian untuk melakukan dan mengembangkan motifnya seperti apa, kenapa dia melakukan teror seperti itu," kata Argo di Polda Metro Jaya, Selasa (30/5/2017).
Teror dilakukan pada Sabtu (27/5/2017). Pengurus masjid yang menerima teror bom langsung berkoordinasi dengan polisi untuk menelusuri nomor telepon yang dipakai untuk meneror.
Dari hasil penelusuran, pada Senin (29/5/2017) sekitar jam 15.45 WIB, polisi menangkap Iyus di Apartemen The Peak, Setiabudi, Jakarta Selatan.
"Jadi dengan adanya pengancaman ini, penyidik langsung bekerja dan mencari, siapa sih yang melakukan teror ini,," kata dia.
Selain menangkap Iyus, polisi juga menyita barang bukti berupa telepon seluler dan KTP.
"Kemarin juga kami amankan Iyus ini dan dengan barang bukti handphone, ada KTP," katanya.
"Tugas kepolisian untuk melakukan dan mengembangkan motifnya seperti apa, kenapa dia melakukan teror seperti itu," kata Argo di Polda Metro Jaya, Selasa (30/5/2017).
Teror dilakukan pada Sabtu (27/5/2017). Pengurus masjid yang menerima teror bom langsung berkoordinasi dengan polisi untuk menelusuri nomor telepon yang dipakai untuk meneror.
Dari hasil penelusuran, pada Senin (29/5/2017) sekitar jam 15.45 WIB, polisi menangkap Iyus di Apartemen The Peak, Setiabudi, Jakarta Selatan.
"Jadi dengan adanya pengancaman ini, penyidik langsung bekerja dan mencari, siapa sih yang melakukan teror ini,," kata dia.
Selain menangkap Iyus, polisi juga menyita barang bukti berupa telepon seluler dan KTP.
"Kemarin juga kami amankan Iyus ini dan dengan barang bukti handphone, ada KTP," katanya.
Komentar
Berita Terkait
-
Alasan Tamu Negara Selalu Diajak Berkeliling Istiqlal dan Katedral
-
Apa Alasan Setiap Tamu Negara Diajak ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta?
-
Si Loreng dan Wirabumi: Sapi Kurban Jumbo Prabowo-Gibran yang Curi Perhatian di Istiqlal
-
Megawati dan Gereja Katedral Ikut Serahkan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal
-
Banyak Nonmuslim Serahkan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan