- Dua warga sipil, termasuk mahasiswi UNP, menjadi korban diduga peluru nyasar di Kota Padang pada Selasa (2/6/2026).
- Insiden terjadi bersamaan dengan latihan militer Batalion Infanteri 897/Singgalang di sekitar area kampus Universitas Negeri Padang.
- Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol sedang melakukan investigasi untuk memastikan asal proyektil yang melukai kedua korban tersebut.
Suara.com - Seorang mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP) dan warga sipil diduga menjadi korban peluru nyasar saat latihan militer berlangsung di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Selasa (2/6/2026) sore.
Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol membenarkan adanya insiden yang menyebabkan dua warga sipil terluka tersebut.
"Memang benar, ada kejadian ataupun insiden pada dua saudara kita yang diduga terkena peluru nyasar," kata Kepala Penerangan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Kolonel Kav Taufiq, Selasa malam.
Insiden terjadi sekitar pukul 17.05 WIB. Pada waktu yang sama, satuan Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang diketahui sedang melaksanakan latihan.
Meski demikian, Kodam belum memastikan apakah proyektil yang mengenai kedua korban berasal dari aktivitas latihan tersebut.
"Saat ini pihak TNI masih mengumpulkan informasi termasuk melakukan investigasi terkait kejadian itu," ujar Taufiq.
Akibat insiden tersebut, kedua korban sempat mendapatkan penanganan di rumah sakit swasta sebelum dirujuk ke Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo atau Rumah Sakit Tentara untuk menjalani operasi pengangkatan proyektil.
Pihak Universitas Negeri Padang juga membenarkan salah satu korban merupakan mahasiswi kampus tersebut.
"Memang ada mahasiswa UNP yang diduga terkena peluru nyasar," kata Sekretaris UNP Erianjoni.
Baca Juga: Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
Menurut Erianjoni, peristiwa itu terjadi di sekitar kawasan rektorat kampus ketika sejumlah mahasiswa baru saja menyelesaikan seminar proposal.
Mahasiswi Jurusan Sosiologi tersebut mengalami luka di bagian paha atau kaki. Sementara korban lainnya merupakan anggota keluarga mahasiswa yang saat itu berada di lingkungan kampus.
"Satu lagi keluarga mahasiswa yang sedang berada di kampus," ungkapnya.
Saat ini kondisi kedua korban masih dalam penanganan medis.
Sementara Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol masih melakukan investigasi untuk memastikan asal peluru dan rangkaian peristiwa yang menyebabkan dua warga sipil terluka. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Ulasan Cek Khodam: Saat Tren Viral Berubah Jadi Komedi Horor yang Segar!
-
BRI Taipei dan KDEI Perkuat Edukasi Keuangan Bagi Pekerja Migran Indonesia
-
Monitor Lenovo Yoga Pro 27UD-10 Hadir, Satukan Kamera 4K, Audio Studio, dan QD-OLED dalam Satu Layar
-
BRI Taipei Perkuat Komitmen Inklusi Keuangan Bagi WNI di Taiwan
-
Momen Slavko Vincic Menangis Haru usai Terpilih Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026
-
Apa Beda Slow Jogging dan Lari Biasa? Kenali 5 Perbedaannya Sebelum Coba!
-
Bungkam Keraguan, Debut Sutradara Muda Ferly Halim 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis' Banjir Air Mata
-
Bae Nara dan Han Jae Ah Umumkan Rencana Menikah Usai 7 Bulan Go Public
-
Amnesty Soroti Mandeknya Kasus HAM Berat, Kementerian HAM Dinilai Sekadar Simbol
-
Alasan Kia Seltos Turbo Tak Ikut Diboyong ke Indonesia