Suara.com - Pemerintah dan DPR menyepakati penambahan 15 kursi DPR. Setelah disepakati, mulai periode yang akan datang anggota dewan berjumlah 575 orang.
"Jadi ini sudah selesai ya," kata Ketua Panitia Khusus RUU Penyelenggaraan Pemilu Lukman Edy yang kemudian mengetukkan palu ke meja rapat di DPR, Selasa (30/5/2017).
Kesepakatan diputuskan dalam rapat panitia khusus RUU Penyelenggaraan Pemilu DPR dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.
Tadinya penambahan diusulkan DPR sebanyak 19 kursi. Namun, pemerintah hanya menawarkan 10 kursi sampai 15 kursi.
"Hasil simulasi kami tadi siang dengan pak sekjen dan tim, usulan alasan yang terhormat bapak ibu fraksi untuk 19 kami paham, kami hitang-hitung bagaimana kalau 10-15 saja? Soal pembagiannya terserah pansus," kata Tjahjo.
Usai rapat, Lukman Edy mengatakan pembagian 15 kursi tambahan belum dibahas lebih jauh. Tapi, kata dia, ada dua model yang bisa digunakan untuk mengakomodir perubahan.
"Pertama tetap melakukan realokasi terhadap beberapa daerah yang mengalami kelebihan terlalu besar," kata Lukman
Model kedua mengevaluasi ulang 19 kursi usulan dari DPR dan kemudian dikemudian dikomposisikan dengan tambahan 15 kursi itu tanpa memberikan tambahan di Pulau Jawa.
Menurut dia komposisi anggota DPR yang berasal dari Pulau Jawa sudah tidak proporsional dibanding yang berasal dari luar Pulau Jawa.
"Itu juga signifikan untuk melengkapi defisit yang empat itu (selisih 19 kursi usulan dan 15 kursi yang disepakati)," ujar politikus PKB.
Tag
Berita Terkait
-
Debat Panas PDIP ke Menkop: Koperasi Merah Putih Gak Jelas, Buka di Samping Kuburan!
-
Strategi Barikade TNI-Polri Pecah Massa Mahasiswa, Bundaran HI dan DPR Sepi Orasi
-
Natalius Pigai Minta Anggaran Bangun Kantor, DPR Nada Tinggi: Ini Beban, Negara Sedang Krisis!
-
Gedung DPR RI 'Dibentengi' Beton Meski Titik Utama Demo Mahasiswa di Bundaran HI
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!