Suara.com - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bekasi, Jawa Barat mencatat sebanyak 341.834 warga belum merekam data Kartu Tanda Penduduk elektronik.
"Ini merupakan data terbaru yang diambil pada semester kedua 2016 lalu. Data kependudukan akan diperbarui enam bulan sekali," kata Kepala Disdukcapil Kota Bekasi Erwin Effendi di Bekasi, Jumat (2/6/2017).
Menurut dia, jumlah wajib KTP di Kota Bekasi mencapai 1.778.265 jiwa dari jumlah total penduduk Kota Bekasi sekitar 2,4 juta jiwa.
Erwin mengatakan jumlah KTP yang sudah tercetak dari jumlah wajib KTP elektronik mencapai 1.436.431 orang.
"Dengan demikian, masih ada 341.834 orang yang belum memiliki e-KTP," katanya.
Dinas terus mencetak KTP untuk warga setempat setelah mendapat pasokan blanko KTP sebanyak 40 ribu lembar pada April 2017.
"Empatpuluh ribu blanko yang kami terima dari Kementerian Dalam Negeri sudah kami distribusikan ke 12 kecamatan yang ada di Kota Bekasi. Sampai saat ini masih proses pencetakan," imbuh Erwin.
Untuk itu, dia tengah mengintensifkan pemanggilan masyarakat yang kini masuk dalam antrean mendapatkan KTP.
Pencetakan e-KTP diutamakan bagi warga yang telah memiliki surat keterangan pada periode September 2016 dan periode sebelumnya.
Untuk itu, Erwin mengimbau masyarakat yang sudah memiliki surat keterangan yang masa berlaku pada September 2016 dan periode sebelumnya, untuk segera mendatangi kantor kecamatan atau Disdukcapil Kota Bekasi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas