Suara.com - Dua anak kembar bernama Nakula dan Sadewa (3) hanyut dan tenggelam di Sungai Lamekongga, Kelurahan Lamekongga, Kecamatan Wundulako, Kolaka, Rabu (7/6/2017).
Humas Badan Sar Nasional Kendari, Sulawesi Tenggara, Wahyudi, mengatakan pada pukul 10.45 Wita petugas menerima informasi dari BPBD Kabupaten Kolaka bahwa pada pukul 09.30 wita dua bocah kembar terseret arus sungai.
"Pukul 11.00 Wita tim Rescue Pos SAR Kolaka diberangkatkan menuju TKM dengan membawa satu unit Rescue car, satu unit rubber Boat beserta alat pendukung lainnya untuk memberikan bantuan SAR," katanya.
Yudi mengatakan bocah atas nama Sadewa ditemukan dalam keadaan meninggal.
"Saat ini masih dilakukan pencarian satu korban lagi," katanya.
Yudi mengatakan dua anak kembar mengikuti pamannya di lokasi penambangan pasir Sungai Lamekonga.
"Saat sedang aktivitas memindahkan pasir ke dalam mobil, saat itulah dua bocah itu diduga turun sungai mandi. Saat pamanya sadar kedua bocah itu sudah tidak ada," katanya.
Petugas yang terlibat dalam pencarian adalah Polsek Wundulako 22 orang, BPBD Kolaka 12 Orang, Pol Air Kolaka 1 orang, Babinsa Nqapa 1 orang, Sar USN Kolaka 4 orang dan PMI kolaka 2 orang. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Pasien Kronis Terancam Buntut Masalah PBI BPJS, DPR: Hak Kesehatan Tak Boleh Kalah Oleh Prosedur
-
Penampakan Uang Rp1,5 M Terbungkus Kardus yang Disita KPK dari OTT KPP Madya Banjarmasin
-
Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Pakai Uang Apresiasi Rp800 Juta untuk Bayar DP Rumah
-
Harga Pangan Mulai 'Goyang'? Legislator NasDem Minta Satgas Saber Pangan Segera Turun Tangan
-
Kritik Kebijakan Luar Negeri Prabowo, Orator Kamisan Sebut RI Alami Kemunduran Diplomasi
-
Jelang Ramadan, Legislator Shanty Alda Desak Audit Teknis Keberadaan Sutet di Adisana Bumiayu
-
Seminar Nasional Penegakan Hukum, Pakar: Pemberantasan Korupsi Indonesia Temui Jalan Buntu
-
Duduk Perkara Skandal Camat Medan Maimun: Kenapa Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar Bisa Dipakai Judol?
-
Diduga Terima Jatah Uang Apresiasi Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditahan KPK
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura