Suara.com - Ormas FPI menyiapkan enam orang ahli untuk menepis tuduhan polisi terkait kasus pornografi yang kini menjerat Rizieq Shihab. Rizieq menjadi tersangka pornografi dan berstatus buronan.
"Bisa 5 ahli atau 6, tergantung kebutuhan," kata Ketua Bantuan Hukum FPi Sugito Atmo Pawiro kepada Suara.com, Minggu (11/6/2017).
Sugito menjelaskan jika ada nama Hermansyah, ahli IT dari Institut Teknologi Bandung sudah masuk dalam daftar ahli di tangan tim pengacara.
"Diantaranya kan Hermansyah itu. Ahli IT yang dari ITB yang akan memberi masukan waktu itu di ILC," kata dia.
Sugito juga menyampaikan ada ahli hukum pidana yang akan membantu menjelaskan perkara yang disangkakan Rizieq. Namun, dia belum bisa menjelaskan secara mengenai nama dan latar belakang ahli itu.
"Tidak hanya ahli IT, juga ahli pidana terkait penetapan tersangka berturut-turut tanpa dasar hukum yang kuat untuk 2 alat bukti itu," katanya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar penyidik terus mengebut pelengkapan berkas kasus dugaan pornografi sambil menunggu Rizieq Shihab kembali ke Indonesia. Pelengkapan berkas perkara kasus yang melibatkan Rizieq sebagai tersangka itu termasuk melengkapi keterangan saksi-saksi.
"Ya makanya kan kami melengkapi yang lain-lain dulu. Semua saksi-saksi. Semaunya (alat bukti) tetap kami lengkapi," kata Argo.
Menurutnya, apabila Rizieq telah tiba dari Arab Saudi, maka polisi tinggal memeriksanya sebagai tersangka.
Baca Juga: Polisi: Surat Pengumuman Pengamanan Kepulangan Rizieq Shihab Hoax
"Jadi kalau nanti HRS pulang. Tersangka kami periksa dan berkasnya langsung kami kirim ke kejaksaan," katanya
Argo juga menyebut keterangan Rizieq sangat penting agar kasusnya bisa ditingkatkan ke tahap penuntutan. Apabila keterangan Rizieq belum dimasukan ke dalam berita acara pemeriksaan, maka berkas perkaranya tak akan bisa dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.
"Ya nggak bisa dong, kan tersangkanya dia. Nggak bisa maju berkasnya (ke kejaksaan)," kata dia.
Argo melanjutkan, pihaknya tak mempermasalahkan jika Rizieq tetap menyangkal terkait tuduhan beradanya konten percakapan mesum dengan Firza Husein. Sebab, dia mengaku polisi bisa menggunakan alat bukti lain sehingga tidak mengejar pengakuan dari tersangka.
"Nggak ngakuin, menolak. Itu haknya mereka. Haknya tersangka. Misalnya dia nggak ngakuin saat diperiksa, ya nggak masalah. Ya kan ada hak ingkar yang dimiliki tersangka. Kami nggak bisa memaksa," kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Polisi Tak Kejar Pengakuan Rizieq, Terpenting Alat Buktinya
-
Tetap Proses Rizieq, Polisi Dianggap Konyol dan Kekanakan
-
Ingin Polisi Jangan Tahan Rizieq Saat Pulang, FPI: Tolonglah
-
Antisipasi Massa Rizieq, Polisi Rancang Pengamanan Bandara
-
Polisi: Surat Pengumuman Pengamanan Kepulangan Rizieq Shihab Hoax
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis