Suara.com - Video aksi pemuda yang diunggah admin Twitter Pusat Penerangan TNI @Puspen_TNI benar-benar menyedot perhatian.
Dia duduk di ruang kemudi kendaraan yang tengah melaju di jalan raya. Pemuda tersebut terlihat menguap sambil menutupi mulut dengan telapak tangan. Lalu, pemuda berkaos hitam dan bertopi terbalik itu mengambil sebuah bantalan untuk mengganjal pedal gas.
Sejurus kemudian, dia meninggalkan ruang kemudi dan pindah ke tempat duduk bagian belakang untuk tidur.
Lalu bagaimana dengan mobilnya? Mobil terus bergerak ke depan di jalan raya.
Sebagian warganet yang menyaksikan video detik-detik kendaraan tanpa supir tersebut dengan jantung deg-degan. Aksi tersebut membuat kagum sebagian orang.
Di penghujung video menunjukkan mobil tersebut ternyata sedang diangkut truk.
Warganet pun ngakak dibuatnya.
"Awalnya kagum, mari gitu jd heran pedal diganjel, akhirnya...aku dibujuk i / dibohongi gaya lucunya serdadu rek.!!," tulis warganet.
"Dr awal di liatin salut bnget sma tu sopir,,eh ternyata,,,aah sudahlah," netizen lain menambahkan.
Video tersebut diunggah admin @Puspen_TNI dengan tujuan untuk menghibur followers.
Puspen TNI memberi caption pada video tersebut: "Klo liat video ini inget slah satu aksi komedian ternama yg banyak akal..a.k.a Mr Bean #intermezzo#tombongantuk," tulis Puspen TNI.
Belum diketahui siapa pemuda itu dan dimana tempat kejadian perkaranya. Soalnya, akun Puspen TNI tidak menyantumkanya di Twitter.
Gaya berkomunikasi TNI sekarang sudah berubah. TNI yang dulu terkesan kaku kepada masyarakat, sekarang semenjak punya akun Twitter, kesan tersebut pelan-pelan luntur.
Twitter Puspen TNI hampir selalu aktif merespon komentar-komentar maupun pertanyaan netizen. Admin terkadang menjawab pertanyaan dengan mengundang tawa karena kocak dan terkadang menggemaskan. Termasuk video kocak yang diunggah barusan.
Twitter TNI AU sudah lebih dulu aktif di media sosial. TNI AU bahkan punya sebutan sendiri buat followers. Followers disebutnya airmen. Admin akun ini pun punya nama sendiri yaitu airmin.
Berita Terkait
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat